DANBO

Merry Christmas 2011 and Happy New Year 2012

GONG XI FA CAI 2012

Xin Nian Kuai Le. Wan Xi Ru Yi. Sen Ti Chien Kang.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Tuesday, February 25, 2014

Jenis Berita (2)

1. Opini
http://www.antaranews.com/berita/420308/yang-mencerahkan-setelah-kelud-meletus
“Berbekal keberanian untuk mengetahui yang tercerahkan dan yang benar itulah, warga tergerak memberi bantuan. Mereka tidak ingin terperangkap kepada sekat-sekat golongan tertentu, karena semuanya itu hakekatnya takhyul belaka. Hati mereka tercerahkan.”

Opini adalah fakta yang berisikan sebuah pendapat atau opini seseorang mengenai suatu peristiwa atau kejadian yang tengah terjadi. Biasanya, berita ini adalah opini dari para tokoh penting, cendekiawan, para pakar, atau pejabat berwenang.

Dalam berita di atas, terlihat bahwa antaranews.com memberikan opininya tentang masyarakat yang tinggal di sekitar kelud tetap berusaha dan saling bergotong royong untuk bertahan. Selain itu bantuan-bantuan yang diterima oleh masyarakat korban kelud dianggap sangat berarti, tanpa adanya pamrih.


2. Hard News
Adalah berita penting yang harus disampaikan langsung ke publik. Berita jenis ini tidak bisa ditunda pemberitaanya karena akan cepat basi.

http://megapolitan.kompas.com/read/2014/02/25/1043000/Ada.Banjir.dan.Perbaikan.Jalan.Transjakarta.di.Koridor.Ini.Terhambat

Berita di atas memiliki batas waktu, dikarenakan kejadian tersebut hanya berlangsung pada saat itu. Bila di beritakan lewat masa waktunya, maka berita tersebut sudah tidak memiliki nilai berita hardnews yang harus cepat dalam penyampaiannya.


3. Feature
Adalah suatu cara atau gaya penulisan sebuah berita yang ciri khasnya adalah menggunakan bahasa sederhana, dengan alur cerita yang mengalir, ringan, sehingga enak untuk dibaca.
Dalam buku Features Writing for Newspaper (1975), DR Williamson berujar, features ialah tulisan kreatif yang terutama dirancang guna memberi informasi sambil menghibur tentang suatu kejadian situasi, atau aspek kehidupan seseorang. Dengan demikian, features bisa dianggap tulisan yang lebih ringan dibandingkan dengan berita atau artikel opini.
http://travel.kompas.com/read/2014/02/24/1315083/Astuti.dan.Sariyah.Kokoh.dalam.Tradisi

Berita di atas menjelaskan tentang jalan hidup mereka dari masa kecil hingga dewasa kini menjadi penari laku tirakatan. Feature ini menceritakan Astuti dan Sariyah, dua penari dari desa, yang kalau menari diantar motor menuju lokasi pentas, telah mengajarkan kesetiaan, kejujuran, dan laku prihatin yang akan mereka kukuhi sampai mati.

4. Indepth News
Indepth news adalah berita yang menyajikan permasalahan secara  lengkap, mendalam dan analitis. Berita tidak ditulis berdasarkan pengungkapan, tetapi tali menali sehingga memperoleh pemahaman.
http://news.detik.com/read/2013/08/13/190738/2328900/10/1/kronologi-lengkap-pembunuhan-sisca-yofie-versi-polisi

Dalam berita kronologi lengkap pembunuhan sisca yofie, dicantumkan hari, jam, dan tanggal terjadinya peristiwa tersebut. Selain itu diberitahukan juga lokasi – lokasi korban dan juga tempat pelarian tersangka pembunuhan itu. Dengan diberitahukannya waktu dan juga lokasi tersebut, kita yang membaca bisa menjadi paham terhadap kronologi pembunuhan sisca yofie.

5. Investigative News
Adalah fakta yang diangkat dan dikembangkan berdasarkan berbagai penytelidikan atau penelitian dari berbagai sumber lain yang terpercaya dan akurat. Investigation news sering digunakan untuk mengetahui akar peristiwa yang telah ada namun tidak diketahui oleh banyak orang.
Berita ini termasuk investigasi karena jajanan di sekolah tidak diketahui adanya formalin, sehingga anak-anak pun merasa tidak khawatir dengan jajanan tersebut. Namun setelah adanya penyelidikan tersebut, diketahui bahwa ternyata jajanan di sekolahan itu mengandung formalin yang berbahaya bagi kesehatan.

6. Advertorial
Advertorial adalah iklan yang ditulis sebagai suatu berita sebagaimana dalam surat kabar atau majalah pada umumnya.
http://www.antaranews.com/berita/420694/marshanda-berbisnis-hijab
Berita ini merupakan berita advertorial karena artis marshanda memperkenalkan atau mengiklankan bisnis hijabnya yang bernama Marsha Hijab dalam bentuk sebuah berita. Ia pun memberitahukan bahwa bisnis hijabnya dijual dalam online di www.marshahijab.com.




Tuesday, February 18, 2014

My Life Journey (1)


Erik Setyawan merupakan anak sulung laki-laki dari 3 (tiga) bersaudara  yang dilahirkan pada tanggal 1 November 1994 di Jakarta. Memiliki darah keturunan asli tionghua dan biasa dipanggil Erik atau abang oleh teman-teman sekolah dulu hingga saat ini. Bertempat tinggal di kota Tangerang tepatnya di Perumnas. Saya dari kecil telah beragama Buddha dan seluruh keluarga saya pun juga menganut agama yang sama.

Saya menamatkan pendidikan dari jenjang TK (Taman kanak-kanak) hingga SMK (Sekolah Menengah Kejuruan) di tempat yang sama, yaitu Bonavita. Sekarang saya sedang menempuh pendidikan tinggi ilmu komunikasi semester 4 permintan broadcasting di Universitas Bunda Mulia Jakarta. Saat ini juga saya aktif sebagai salah satu anggota himpunan mahasiswa jurusan ilmu komunikasi.

Mengambil jurusan ilmu komunikasi di Universitas Bunda Mulia adalah suatu pilihan yang dirasa tepat. Ilmu komunikasi didalamnya mempelajari tentang ilmu broadcasting atau penyiaran. Sebelumnya, saya mengambil jurusan SMK Multimedia yang didalamnya mengajarkan bagaimana memproduksi suatu film. Hal inilah yang membuat saya tertarik mengambil jurusan ilmu komunikasi peminatan broadcasting, karena saya ingin memperdalam dalam proses pembuatan film maupun berita berbentuk video.

Saya pernah melihat suatu liputan langsung di suatu rumah sakit kawasan  kemayoran. Di mana banyak wartawan dari berbagai media, terutama TV yang bersiap di rumah sakit tersebut. Ternyata diketahui bahwa di rumah sakit tersebut sedang ada salah seorang selebriti yang melahirkan. Melihat berbagai persiapan dan kekompakkan yang solid antar reporter dan kru beserta kameramen untuk meliput berita, maka saya merasa tertantang untuk bisa menjadi seperti itu.

Hobi saya saat ini adalah berkaitan dengan teknologi. Saya sangat suka sekali mengutak-atik dan mencari informasi-informasi seperti info terbaru dari dunia teknologi yang terus berkembang saat ini. Perubahan terus terjadi di dalam dunia IT. Perkembangan teknologi yang sangat pesat saat ini yang membuat saya ingin terus mengetahui hal tersebut. Selain teknologi, saya juga tertarik mengenai berita yang meliputi seputar pengetahuan (sains). Berita-berita tersebut membuat saya dapat mengetahui hal baru yang belum diketahui sebelumnya.
 
Cita-cita saya saat ini adalah lulus dengan mendapatkan kategori cumlaude. Mungkin ini bisa dikatakan sebagai target dalam kurun waktu kurang lebih 2 tahun dari sekarang. Setelah lulus, saya juga berharap dapat menjadi seorang broadcaster handal di sebuah stasiun televisi terbesar.

Wednesday, February 20, 2013

“Di Kereta, Kami Menyambung Hidup...”


Oleh : Erik Setyawan (14120042) - 1PIK1
Ketika belum adanya peraturan larangan untuk tidak berjualan secara bebas di areal stasiun dan kereta, para pedagang asongan menjajakan dagangannya dengan leluasa, kini sekarang mereka harus diam-diam layaknya bermain “kucing-kucing” –an dengan para petugas stasiun yang selalu berjaga.
Menyusuri gerbong kereta ekonomi jurusan Stasiun Jakarta Kota – Ekonomi, terlihat beberapa orang dengan berpakaian rapih, namun sambil mendorong gerobak kecil atau menggendong kotak kecil berisi bermacam jenis barang dan makanan yang telah mereka bungkus sedemikian rupa.
PT KAI (Kereta Api Indonesia), salah satu Badan Usaha Milik Negara Republik Indonesia, awal bulan Desember tahun 2012 lalu telah menetapkan pen-sterill-an kawasan sekitar stasiun dan setiap gerbong kereta dari para pedagang asongan, pengemis, dan gelandangan, terutama untuk kawasan Stasiun Kota.
Penjagaan di beberapa stasiun dari arah Stasiun Kota sudah mulai terlihat diperketat. Dengan disiagakannya beberapa personil berseragam TNI dan Polisi bersenjata di setiap stasiun. Dari arah Kota menuju Bekasi, penjagaan ini sudah mulai terasa di beberapa stasiun yang dilewati.
Inilah yang membuat para pedagang asongan di kereta ekonomi tujuan Bekasi selalu merasa was-was dan khawatir. Mereka sudah tidak merasa leluasa lagi untuk mencari penghasilan dengan menjual barang dagangan yang dimilikinya kepada penumpang kereta.
Pasalnya, kerap kali bila pedagang asongan tersebut yang kedapatan sedang berjualan di dalam gerbong kereta oleh Petugas Keamanan Stasiun, mereka langsung diturunkan dan digelandang ke dalam kantor keamanan.
Barang dagangan mereka pun tak luput dari sitaan. Para pedagang mengaku juga diharuskan membayar uang sebesar Rp 50 ribu untuk menebus barang dagangan mereka yang disita serta materai Rp 6 ribu untuk menandatangani surat perjanjian yang dijual dengan harga Rp 8 ribu oleh oknum keamanan tersebut.
“Kalau misal ketangkep, kita semua barang dagangannya diambil terus dibawa ke pos, disita, trus kita –nya juga harus ngebayar 50 ribu buat nebusnya, tambah materai lagi...”, ungkap pedagang asongan, Akbar, seorang ibu yang mencari nafkah di kereta dengan berjualan tissue dan makanan ringan.
Mereka juga dirugikan oleh kelakuan oknum-oknum keamanan tersebut yang dengan seenaknya mengambil barang dagangan yang disita. Banyak pedagang yang menyesalkan hal tersebut, apalagi mereka sudah harus membayar sejumlah uang yang tidak sedikit untuk menebus barang dagangannya yang disita.

Layaknya Teroris
Berkeliling lalu-lalang di dalam sesaknya gerbong kereta ekonomi yang sedang berjalan dari arah stasiun Kota hingga Bekasi, para pedagang asongan memulai peruntungannya dengan menjajakan dagangannya kepada para penumpang.
Dimulai dari Stasiun Manggarai hingga Bekasi, para pedagang asongan memberanikan diri untuk menjajakan dagangannya secara langsung dan terbuka kepada penumpang, sama halnya dengan para pengemis dan pengamen yang ada di dalam gerbong kereta ekonomi tujuan bekasi ini.
“Saya –mah gak berani ke Kota, paling dari Bekasi Saya turun di Manggarai, trus nunggu lagi keretanya balik, baru Saya naik lagi... Di Kota –mah serem Saya sama petugas keamanannya, banyak polisi sama TNI sekarang...” terang Erwin, yang berdagang asongan dengan menggunakan gerobak kecilnya.
Mereka melihat bahwa stasiun-stasiun dari arah Stasiun Jakarta Kota hingga Manggarai saat ini sangatlah ketat sekali dalam penjagaannya. Banyak sekali personil TNI dan juga Polisi bersenjata yang terlihat berjaga di area stasiun tersebut.
Walaupun stasiun-stasiun dari Manggarai hingga Bekasi sekarang masih minim penjagaannya, para pedagang asongan dan pengemis juga sedianya was-was dengan situasi penjagaan sekarang ini.
Dari cara berpakaian mereka sekarang pun bukan seperti layaknya pedagang asongan yang berada di pinggir jalan maupun angkutan umum yang sering terlihat, tapi layaknya penumpang kereta biasa. Dengan jaket, sepatu, hingga topi mereka kenakan.
Selain itu, para pedagang asongan dan pengemis juga membeli tiket seperti para penumpang kereta lainnya guna menghindari bila ada pemeriksaan oleh petugas. Membungkus barang dagangannya dengan rapih,  tidak terlihat seperti membawa barang dagangan pun mereka lakukan.
“Sekarang juga udah pada pinter, barang kita bungkus rapih biar gak kelihatan itu barang asongan... terus juga beli tiket di Manggarai buat ke Bekasi, terus nanti kalo mau balik lagi ya beli lagi di Bekasi nanti... biar ada pemeriksaan, kita gak ketahuan gitu...”, tambah Erwin.
Saat inilah mereka merasa layaknya seorang teroris yang tiap kali diincar oleh mata petugas keamanan stasiun. Mereka menyadari akan hal itu, namun mereka beranggapan bahwa kegiatan untuk mencari nafkah guna memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari mereka ini dilakukan dengan tidak merugikan orang lain, terutama pengguna jasa kereta ini.
“Pihak Stasiun Jakarta Kota sebelumnya telah memberikan imbauan kepada para pedagang asongan juga pengemis di daerah stasiun dan kereta untuk tidak lagi berjualan atau mengemis...”, ungkap Iik, selaku Customer Service Stasiun Jakarta Kota.
Namun imbauan tersebut dirasa belum terlalu ter-ngiang di kuping para pedagang secara langsung. Mereka hanya tahu dari desas-desus para pengguna kereta. Terbukti dari beberapa pedagang yang ditanyai mengenai hal tersebut, mereka berkilah.
Enggak, enggak pernah kok kita pedagang asongan yang di kereta dikasih tau pengumuman kaya gitu langsung... ketemu langsung dengan petugasnya aja gak pernah...”, jelas Akbar yang sudah hampir 20 tahun berjualan di kereta.
Menjual dagangan kepada para penumpang kereta merupakan suatu usaha yang halal, walaupun penghasilan mereka tidak bisa ditentukan setiap harinya. Kadang untung, kadang rugi.

Nasib Kereta Ekonomi
Kereta Ekonomi jurusan Jakarta Kota - Bekasi sebentar lagi akan dihilangkan dan diganti dengan “Commuter Line”. Rencananya pihak PT KAI akan memindahkan kereta kelas ekonomi seluruhnya ke tujuan Bogor.
Peniadaaan ini juga akan berimbas hilangnya mata pencaharian para pedagang asongan dan pengemis. Mereka sangat bergantung sekali pada kereta kelas ekonomi karena mereka merasa lebih leluasa berjualan dengan tidak adanya penjagaan di dalam kereta kelas ekonomi. Sangat berbeda bila kita menumpang “Commuter Line”.
PT KAI sendiri mengatakan bahwa kereta lokal kelas ekonomi masih dipercayakan sebagai kereta yang sifatnya lebih umum dan terbuka. Bisa dilihat dari harga karcis yang terbilang sangat terjangkau pula, bila dibandingkan dengan “Commuter Line”, sehingga dari segi pengamanan di dalam gerbong kereta juga masih agak minim.
Namun tidak dipungkiri bahwa penumpang kereta kelas ekonomi, terutama jurusan Jakarta Kota – Bekasi masih sangat ramai peminatnya. Penuh sesak, itulah yang dirasakan pada saat berada di gerbong kereta jurusan ini. Terutama pada jam berangkat kerja dan pulang kantor.

Sudut Pandang Ekonomi
“Ekonomi di Indonesia dirasa sudah semakin membaik, namun bukan masalah kemiskinanlah yang sekarang dirasa sebagai penyebab utama, namun ketidakmerataan”, jelas Veny Anindya, SE, M.Ec, Dosen Ekonomi Universitas Bunda Mulia Jakarta.
Dilihat dari sudut pandang ekonomi dan juga menurut pendapat Veny, mengapa seseorang mencari nafkah dengan berjualan asongan, mengemis, atau yang lainnya dikarenakan ketidakmerataan penduduk yang ada, terutama di Pulau Jawa.
Sekitar kurang lebih setengah dari jumlah seluruh penduduk di Indonesia bertempat tinggal di Pulau Jawa, sehingga mengakibatkan sumber daya manusia yang ada tidak dapat ditampung oleh perusahaan-perusahaan yang ada.
Oleh sebab itu, banyak orang yang tidak memiliki pekerjaan tersebut akhirnya memutuskan untuk mencari nafkah dengan berjualan asongan, mengamen, atau mengemis diberbagai tempat seperti pinggir jalan, lampu merah, hingga di dalam kereta.
Mereka sebenarnya juga tak ingin melakukan hal tersebut, namun keadaanlah yang mengharuskan mereka melakukan ini. Mereka masih sangat bersyukur untuk bisa memenuhi nafkah sendiri maupun keluarga, serta anak-anak mereka yang juga sering ikut orang tuanya mencari nafkah dengan cara yang halal. Setidaknya mereka tidak melakukan tindakan kriminal untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.
Para pedagang asongan, pengemis, juga pengamen di dalam gerbong kereta sebenarnya bukanlah hal yang dirasa merugikan. Bahkan banyak yang menilai dengan adanya mereka di dalam kereta, para penumpang merasa nyaman karena mereka menjual barang-barang yang kebetulan mereka butuhkan pada saat di kereta.
Kalo dijam-jam senggang yaa gak nge-ganggu–lah, kan jalannya longgar, nah kalo lagi penuh dan jualan itu baru ganggu”, ungkap pengguna kereta, Toni, yang ingin melanjutkan perjalanan pulang menuju Bekasi dari stasiun Manggarai.
Mereka jugalah yang sebenarnya menjaga kebersihan gerbong kereta. Mereka memunguti sampah-sampah, seperti botol plastik, bungkus rokok, hingga kantong plastik untuk tambahan mereka. Mereka juga selalu memperingati para penumpang yang kedapatan lalai di dalam kereta agar tidak terjadi aksi-aksi kriminal di dalam kereta.
“Kita jualan juga sambil merhatiin penumpang, kalo misalkan dirasa ada yang lalai gitu, kadang kita ingetin mereka, biar gak kenapa-kenapa”, terang Akbar.
Tidak seharusnya mereka diusir begitu saja. Mereka juga tidak ingin seperti ini. Mereka semua menggantungkan hidupnya di dalam kereta. Kita harus melihat sisi positif dari mereka, setidaknya mereka tidak melakukan aksi-aksi kriminal hanya untuk memenuhi kebutuhan hidup mereka.
Bila seluruh stasiun dan kereta sudah di- sterill -kan oleh pedagang asongan dan pengemis, maka mereka akan kehilangan mata pencaharian mereka. Secara tidak langsung, hal ini dapat mengakibatkan jumlah pengangguran dan aksi-aksi penyimpangan sosial yang tidak diinginkan meningkat. Apalagi mereka kerap kali gagal mendapatkan pekerjaan yang layak guna memenuhi kebutuhan hidup mereka di Kota seperti Jakarta ini.
Alangkah baiknya, bila pihak PT KAI memberikan jalan keluar yang sifatnya menguntungkan bagi kedua pihak. Perundingan-perundingan langsung dari pihak terkait dengan para pedagang rasanya sangat diperlukan. Apalagi para pihak terkait tersebut belum pernah terlihat turun langsung melihat keadaan yang mereka alami.
Dengan memberikan ijin resmi dan seragam untuk berjualan bagi mereka yang ingin menjadi pedagang asongan rasanya sangat diimpi-impikan oleh mereka saat ini. Mereka juga tidak keberatan bila adanya penarikan iuran oleh pihak PT KAI bila ingin berjualan di kereta, asalkan mereka dapat mencari uang tanpa adanya kekhawatiran yang menghantui mereka selama ini.
Bila merasa keberatan dengan hal ini, ada baiknya PT KAI dapat memperkerjakan mereka dengan layak, sehingga mereka tidak kehilangan mata pencaharian mereka begitu saja demi memenuhi kebutuhan hidupnya.

Saturday, December 1, 2012

Melihat Fenomena K-POP yang Mendunia Melalui Seminarnya



Fenomena K-Pop atau Korean Pop di indonesia semakin menjadi. Selain boyband dan girlband dari Korea yang terus membius para remaja di indonesia dengan wajah yang menarik, suara yang unik dan  dance yang  energik, Indonesia juga ketularan virus membentuk boyband dan girlband yang penggemarnya tidak hanya remaja, tapi anak-anak dan orang tua juga terbius oleh fenomena ini.

Super Junior, Big Bang, 2pm, 2NE1, dan Wonder Girls, adalah beberapa boyband dan girlband yang banyak digemari oleh remaja. Dan juga PSY dengan lagu "Gangnam Style"-nya yang telah membuat heboh seluruh dunia melalui aksi-aksi artis Hollywood yang meniru gaya tarian kudanya itu.

Fenomena tersebut secara tidak langsung juga mempengaruhi budaya yang telah ada di Bangsa Indonesia. Dari cara berpakaian, model rambut, hingga kebiasaan hidup sehari-haripun mengikuti gaya orang Korea. Ada baiknya Bangsa Indonesia secara bijak menerima dan menyaring kebudayaan luar terutama dari Korea ini.

Melalui seminar "Fenomena KPOP dalam Budaya Kontemporer Indonesia", yang berlangsung di Auditorium UBM lantai 8, hari Selasa, tanggal 27 November 2012, Mahasiswa UBM yang hadir diperlihatkan fenomena-fenomena K-Pop yang telah merasuk ke dalam budaya di Indonesia.

Dengan seminar yang berlangsung sekitar dua setengah jam ini, dimulai dari pukul 09.00 kurang 10 menit yang semestinya dimulai dari jam 08.00 hingga pukul 11.30. Sempat mengalami keterlambatan, tetapi antusias para hadirin yang menghadiri seminar tersebut tetap bersemangat. Apalagi sambil menunggu acara dimulai, para hadirin disuguhkan oleh lagu-lagu K-Pop yang sedang populer saat ini.

Dalam acara seminar ini, ada beberapa pembicara yang mengisi seminar tersebut, diantaranya dibuka oleh Rustono Farady Marta, yang lebih akrab disapa "Frad", lalu dilanjutkan oleh Kandi Senastri S. Dahlan, dan yang terakhir ditutup oleh Mr. Light Youji, instruktur dance asal Korea yang sekarang menetap di Indonesia.

Pembicara pertama, Rustono Farady M., menjelaskan tentang apa itu budaya yang kontemporer, terutama di Indonesia. Budaya kontemporer muncul ketika masyarakat terpengaruh dengan modernisme dalam kehidupannya. Budaya kontemporer dari masa ke masa berbeda kondisinya.

Adapun pengaruh budaya kontemporer bagi saat ini menekan identitas Pluralisme masyarakat, karena budaya kontemporer menyanjung kesamaan pola pemikiran, mengubah pola pikir (mindset) seseorang, dan mengubah karakterisitik budaya lokal atau ke-Orisinalitas budaya tergeser.


Saturday, November 24, 2012

Roti Panggang Pala Sari, Eksis di tengah Kawasan Elit

Oleh : Erik Setyawan - 14120042


Bangunan bertenda biru semi permanen yang berada di sekitaran kawasan pluit ini sudah sejak lama tampak terlihat berjejer di pinggiran Jalan Pluit Timur. Terletak strategis, di kelilingi oleh showroom merk mobil ternama dan berada pas di depan Gedung “KOPPEL”  juga tidak jauh dari sana terdapat hotel bintang lima, tapi keberadaanya masih tetap dicari dan diminati oleh para penikmat kuliner pinggiran jalan.

Roti Panggang Pala Sari, itulah nama dari tempat makan yang berada di pinggir jalan ini. Menjajakan makanan yang bermacam dengan menu andalannya yaitu roti panggang dan mie rebusnya. Berada di Jalan Pluit Timur (HS-KS) Jakarta-Utara, dan buka selama 24 jam NON-STOP.

Tidak hanya sendiri, tempat makan ini berdiri di pinggiran jalan yang memang banyak menawarkan aneka macam makanan dan minuman di sana. Tetapi Roti Panggang Palasari sendiri masih tetap diminati para pelanggan setianya dari berbagai kalangan, tidak hanya dari kalangan pelajar saja, baik para kalangan atas pun juga sering mampir untuk menikmati aneka kuliner di sini.

Dari segi harga pun, Roti Panggang Palasari sendiri mematok harga dari Rp 3.000,- hingga yang paling mahal Rp 34.000,- , yaitu paket mie rebus atau goreng komplit. Dengan kisaran harga yang dirasanya sangat bersahabat bagi kantong ini, maka banyak penikmat kuliner dari berbagai kalangan di kawasan ini sering menghabiskan waktu di tempat ini.

Tempat kuliner ini mulai ramai di kunjungi oleh para penikmat wisata kuliner terutama pada jam-jam pulang kantor hingga menjelang pagi hari. Banyak para pasangan muda yang menghabiskan malamnya di tempat ini. Selain menawarkan menu yang sangat beragam, suasana pinggiran jalanan kota pada malam hari ikut menambah kesan romantis bagi para pasangan muda.

Terdapat beragam menu yang disajikan untuk pengunjung yang ingin menyantap makanan di tempat ini. Menu andalan yang paling diminati oleh para penikmat kuliner adalah roti panggang keju dan satu lagi yang paling menarik didengar yaitu “INTERNET”, mie instant Indomie yang dicampur dengan tambahan telor dan kornet yang disajikan dalam satu porsi.

Roti panggang dengan berbagai rasa dan berbagai macam sajian mie rebus atau goreng rupanya sudah menjadi andalan bagi setiap pedagang roti panggang. Di setiap kios yang memakai nama “Roti Panggang”, pasti dapat ditemui menu-menu tersebut sebagai andalannya. Maka dari itu, Roti Panggang Palasari menyajikan meu-menu yang beragam dan pastinya unik guna membedakannya dengan Roti Panggang lainnnya.

Berdiri sejak dari 20 tahun yang lalu, ternyata tempat kuliner yang berada di kawasan Pluit ini sudah memiliki enam cabang, yaitu satu kios pusat dan lima kios cabang. Tidak disangka dengan hanya menjual Roti Panggang dan berbagai macam kuliner di kawasan pinggir jalan, mampu memiliki cabang yang terus berkembang. Berarti masih banyak para penikmat kuliner untuk makan atau hanya sekedar berkumpul ria di tempat ini.

Mampu bertahan, bersaing dan tetap menjaga kualitasnya dari dulu hingga sekarang, itulah yang menjadi pedoman bagi Roti Panggang Palasari untuk dapat bertahan hingga saat ini. Makin bertambahnya pesaing yang menyajikan makanan lebih bervariatif di sekitar kawasan tersebut, tidak membuat tempat kuliner ini kehilangan pelanggannya. Walaupun juga banyak restoran-restoran makanan cepat saji yang mulai berkembang di mana-mana, Roti Panggang Palasari tetap jadi pilihan bagi penikmat kuliner.

Menikmati Warisan Budaya Indonesia yang diakui Dunia


Oleh : Erik Setyawan - 14120042
Gedung yang artisitik dan berdiri di tanah bekas Gereja Tua dan makam Jan Pieterzoon Coen, masih berada di kawasan Wisata Kota Tua, tepatnya di Jalan Pintu Besar Utara No.27 Jakarta Barat, yang buka dari jam 09.00 hingga 15.00 pada hari Selasa sampai Minggu kecuali hari Senin dan hari libur ini, mengoleksi dan memamerkan berbagai jenis dan bentuk wayang dari seluruh Indonesia hingga Mancanegara.

Gedung ini dinamakan Museum Wayang. Dari namanya saja, jelas kita sudah mengetahui apa saja yang ada di dalam gedung tersebut. Benar, Museum Wayang ini menyimpan sekitar 5.147 koleksi wayang yang berasal dari sejumlah daerah di tanah air dan ada pula wayang mancanegara seperti dari Malaysia, Suriname, Perancis, Kamboja, India, hingga beberapa negara di Benua Eropa dan Amerika.

Terdapat beragam jenis wayang di museum ini seperti wayang kulit, wayang golek, wayang kardus, wayang rumput, wayang janur, topeng, wayang beber dan gamelan. Tidak hanya wayang yang dipamerkan di museum ini, terdapat boneka-boneka yang berasal dari negara sahabat diantaranya Malaysia, Thailand, Suriname, Cina, Vietnam, Perancis, Rusia, Polandia, India, dan Kamboja.

Di museum ini juga terdapat seluruh perlengkapan seputar perwayangan mulai dari alat penerangan yang digunakan untuk membuat bayangan di belakang layar yang disebut Lampu Blencong. Ada pula instrumen pengiring seperti gamelan dan panggung yang biasa dipakai untuk panggung boneka.

Para pengunjung di Museum Wayang ini diajak untuk mengenal berbagai karakter, sikap maupun perilaku lakon dari berbagai daerah melalui tampilan wayang yang mempunyai bobot yang luhur dan tinggi nilainya dalam budaya kita dengan menyaksikan sejumlah koleksi wayang yang ada di museum ini.

Bukan hanya sekedar menjadi obyek rekreasi semata, di museum ini dapat dilakukan studi bagi para pelajar dan akademis, bahkan dapat dijadikan tempat pelatihan, pusat dokumentasi, dan penelitian pewayangan, serta dapat dijadikan media pengetahuan budaya antar daerah, dan antar bangsa.  Untuk mendukung keberadaannya, selalu diadakan perubahan tata pameran, pagelaran wayang dan atraksi pembuatan wayang.

Jelas sekali bahwa Museum Wayang ini mengutamakan perannya sebagai sumber media pengetahuan, bisa dilihat dari harga tiket masuk bagi para pelajar dan akademisi yang harganya lebih murah Rp 1000,- dibandingkan wisatawan biasa yang harganya Rp 2.000,-. Bila ingin mengadakan studi tour ada bagusnya mengunjungi museum ini, selain menarik, pastinya juga biaya yang akan dikeluarkan tidak terlalu menguras kantong kita.

Mari sedikit kita mengenal sejarahnya, Wayang di Indonesia sendiri terutama di Pulau Jawa mulanya merupakan produk kebudayaan keraton. Wayang yang pada awalnya dijadikan alat pemujaan leluhur maka setelah kebudayaan Hindu masuk ke Indonesia sekitar abad ke – 5 Masehi mengalami pergeseran nilai.

"Wayang berasal dari kata 'bayang-bayang'. Awalnya wayang digunakan untuk melakukan komunikasi dengan roh leluhur atau nenek moyang dengan perantaranya yaitu dalang."

Dunia Pewayangan Indonesia mendapat pengaruh secara khas terutama dalam hal ceritera atau lakon seperti ceritera Ramayana dan Mahabrata sehingga bentuk dan sajiannnya semakin berubah dan luas jangakauannya dalam tampilan dan tema ceritanya. Dalam perkembangannya itu, kemudian wayang di Indonesia telah demikian mentradisi sehingga mampu bertahan di tengah-tengah masyarakat pendukungnya yang beragam.

"Wayang Indonesia telah diakui oleh UNESCO pada 7 November 2003 di Kota Paris sebagai warisan dunia dari Indonesia. Anda dapat turut berapresiasi dengan mengunjungi Museumnya."

Wayang Indonesia sendiri telah diakui oleh UNESCO (United Educational, Scientific and Cultural Organization) sebagai warisan dunia. Dengan memproklamasikan Wayan Indonesia sebagai “Masterpiece of the Oral and Intangible Heritage of Humanity”, di mana Wayang Indonesia telah diakui sebagai karya agung budaya dunia.

Maka dari itu, memang sudah seharusnya di Indonesia memiliki Museum Wayang sebagai tempat menyimpan dan memamerkan wayang guna menjadi salah satu media sumber pengetahuan kepada masyarakat terutama untuk menjaga kelestarian budaya wayang di Indonesia sendiri.  

Tetapi dengan hanya adanya Museum Wayang saja tanpa adanya apresiasi masayarakat akan pentingnya budaya wayang di Indonesia ini rasanya percuma saja. Seiring dengan perkembangan jaman, tidak dipungkiri bahwa budaya wayang di Indonesia sendiri sudah mulai terasa ditinggalkan oleh adanya teknologi-teknologi canggih saat ini.

Namun seharusnya para masyarakat terutama di Indonesia harus sadar akan pentingnya kelestarian budaya-budaya yang sudah hampir tergerus jaman saat ini, khususnya wayang. Dengan turut berpartisipasi dengan mengunjungi Museum Wayang dirasa sudah cukup, guna mempertahankan eksistensi Perwayangan di Indonesia.

Mari kita lestarikan Perwayangan di Indonesia sebagai salah satu warisan dunia dan juga sebagai identitas Bangsa dan Budaya Indonesia. "Ayo Lestarikan Seni Wayang Indonesia!"


Saturday, November 17, 2012

Menapaki jejak seorang calon “SOCIO PRENEUR”


Perawakannya tegap dengan rambut yang hitam lurus tanpa belahan dan murah senyum ini, Dialah Samuel Andhika Atmaja (23) yang lebih akrab dengan panggilan “Sammy”. Seorang pemuda yang memiliki sejuta asam dan garamnya kehidupan sehingga Ia ingin membantu mengubah cara berpikir masyarakat tentang kehidupan.

Terlahir di Jakarta, pada tanggal 22 Oktober 1989, sebagai seorang anak sulung dari dua bersaudara yang telah berumur 23 tahun ini sekarang sedang melanjutkan studinya di Universitas Bunda Mulia Jakarta sebagai mahasiswa jurusan ilmu komunikasi semester 1. Walaupun sempat selama kurang lebih 3 tahun tidak melanjutkan studinya karena fokus untuk bekerja.

Sampai saat ini, Ia masih bekerja di salah satu perusahaan swasta di bilangan Jakarta Pusat, tepatnya di daerah Kemayoran sambil melanjutkan studinya. “Bisa dibilang sambil menyelam, minum air”, jelasnya.

Sebelumnya, Ia pernah melanjutkan studinya setelah lulus SMA di Negara Singa yaitu Singapura karena mendapatkan beasiswa bidang management perhotelan di “Academy Columbia Bussiness School”. Di situlah Ia diajarkan dan dilatih untuk disiplin dan bersikap mandiri.

“Di Singapur waktu itu, biaya untuk makan maupun keperluan lain mau tidak mau harus ditanggung oleh Saya sendiri, karena tidak ada orangtua maupun saudara di sana, jadi mau tidak mau harus mencari sampingan....”

Itulah yang membuat Sammy harus mencari uang demi sesuap nasi dengan usahanya sendiri, dan mampu membagi waktunya antara pekerjaan sampingannya dengan kegiatan akademinya. Seperti yang diketahui, bahwa hidup sendiri di luar tanpa adanya orangtua sangatlah menguji kemampuan kita untuk bertahan dan menjadi mandiri.

Setelah hampir 1 tahun lamanya Ia mengenyam pendidikan di Singapura, Sammy akhirnya kembali ke Indonesia dan langsung bekerja di tempat di mana Ia bekerja sekarang. Tidak mudah memang, tapi tak dapat dipungkiri bahwa Ia dapat menyelesaikan studinya di sana dengan hasil usahanya sendiri.

Berawal dari saat itu, Sammy berpikir bahwa tidaklah mudah untuk menjalani hidup seperti yang Ia alami di Singapura pada waktu itu tetapi Ia dapat bertahan dengan usahanya sendiri. Hal ini yang Ia coba bandingkan dengan yang ada pada masyarakat pada jaman sekarang ini, di mana saat ini banyak orang yang mudah berputus asa pada saat tantangan hidup telah berada di depannya.

Menjadi seorang Socio Preneur adalah tujuannya. Di mana Ia ingin mengubah persepsi masyarakat tentang pandangan terhadap tantangan hidup yang akan dihadapinya untuk mencapai suatu tujuan. Bahwa tantangan seberat apapun yang berada di depan kita dapat kita lewati dengan usaha dan kerja keras kita sendiri.

Menurut Gregory Dees, Sociopreneurship adalah kombinasi dan semangat besar dalam misi sosial dengan 
disiplin, inovasi, dan keteguhan seperti yang lazim berlaku di dunia baik bisnis maupun sosial guna membantu meningkatkan pendapatan masyarakat, mengatasi kemiskinan, mengurangi angka pengangguran, memanfaatkan sumber daya ekonomi untuk mencapai produktivitas masyarakat, mengusahakan pemerataan pendapatan, hingga memajukan pertumbuhan ekonomi.

Berangkat dari pengertian Gregory Dees, seorang socio preneur harus memiliki visi dan misi di mana dapat 
mengubah identitas sosial individu di dalam suatu masyarakat. Sammy yakin dengan apa yang telah Ia dapatkan selama ini dari pengalaman dan usahanya sendiri dapat Ia bagi kepada orang lain mampu mengubah kehidupan orang tersebut.

Tidak hanya Sammy yang memiliki keinginan yang mulia untuk perubahan sosial, masih banyak orang-orang yang di luar sana telah menjadi seorang Socio Preneur sukses walaupun kurang terdengar dan terlihat batang hidungnya selama ini di masyarakat. Bahkan kita sendiri dapat menjadi seorang Socio Preneur bagi orang di sekitar kita yang dikiranya membutuhkan bantuan."Karena kalau bukan kita, siapa lagi....!!"


Erik Setyawan - 14120042

RULES !!!

iBlogger.web.id Aksesoris Blog Moody Blogger by Moch. Iqbal Chahyadi