Saturday, November 24, 2012

Menikmati Warisan Budaya Indonesia yang diakui Dunia


Oleh : Erik Setyawan - 14120042
Gedung yang artisitik dan berdiri di tanah bekas Gereja Tua dan makam Jan Pieterzoon Coen, masih berada di kawasan Wisata Kota Tua, tepatnya di Jalan Pintu Besar Utara No.27 Jakarta Barat, yang buka dari jam 09.00 hingga 15.00 pada hari Selasa sampai Minggu kecuali hari Senin dan hari libur ini, mengoleksi dan memamerkan berbagai jenis dan bentuk wayang dari seluruh Indonesia hingga Mancanegara.

Gedung ini dinamakan Museum Wayang. Dari namanya saja, jelas kita sudah mengetahui apa saja yang ada di dalam gedung tersebut. Benar, Museum Wayang ini menyimpan sekitar 5.147 koleksi wayang yang berasal dari sejumlah daerah di tanah air dan ada pula wayang mancanegara seperti dari Malaysia, Suriname, Perancis, Kamboja, India, hingga beberapa negara di Benua Eropa dan Amerika.

Terdapat beragam jenis wayang di museum ini seperti wayang kulit, wayang golek, wayang kardus, wayang rumput, wayang janur, topeng, wayang beber dan gamelan. Tidak hanya wayang yang dipamerkan di museum ini, terdapat boneka-boneka yang berasal dari negara sahabat diantaranya Malaysia, Thailand, Suriname, Cina, Vietnam, Perancis, Rusia, Polandia, India, dan Kamboja.

Di museum ini juga terdapat seluruh perlengkapan seputar perwayangan mulai dari alat penerangan yang digunakan untuk membuat bayangan di belakang layar yang disebut Lampu Blencong. Ada pula instrumen pengiring seperti gamelan dan panggung yang biasa dipakai untuk panggung boneka.

Para pengunjung di Museum Wayang ini diajak untuk mengenal berbagai karakter, sikap maupun perilaku lakon dari berbagai daerah melalui tampilan wayang yang mempunyai bobot yang luhur dan tinggi nilainya dalam budaya kita dengan menyaksikan sejumlah koleksi wayang yang ada di museum ini.

Bukan hanya sekedar menjadi obyek rekreasi semata, di museum ini dapat dilakukan studi bagi para pelajar dan akademis, bahkan dapat dijadikan tempat pelatihan, pusat dokumentasi, dan penelitian pewayangan, serta dapat dijadikan media pengetahuan budaya antar daerah, dan antar bangsa.  Untuk mendukung keberadaannya, selalu diadakan perubahan tata pameran, pagelaran wayang dan atraksi pembuatan wayang.

Jelas sekali bahwa Museum Wayang ini mengutamakan perannya sebagai sumber media pengetahuan, bisa dilihat dari harga tiket masuk bagi para pelajar dan akademisi yang harganya lebih murah Rp 1000,- dibandingkan wisatawan biasa yang harganya Rp 2.000,-. Bila ingin mengadakan studi tour ada bagusnya mengunjungi museum ini, selain menarik, pastinya juga biaya yang akan dikeluarkan tidak terlalu menguras kantong kita.

Mari sedikit kita mengenal sejarahnya, Wayang di Indonesia sendiri terutama di Pulau Jawa mulanya merupakan produk kebudayaan keraton. Wayang yang pada awalnya dijadikan alat pemujaan leluhur maka setelah kebudayaan Hindu masuk ke Indonesia sekitar abad ke – 5 Masehi mengalami pergeseran nilai.

"Wayang berasal dari kata 'bayang-bayang'. Awalnya wayang digunakan untuk melakukan komunikasi dengan roh leluhur atau nenek moyang dengan perantaranya yaitu dalang."

Dunia Pewayangan Indonesia mendapat pengaruh secara khas terutama dalam hal ceritera atau lakon seperti ceritera Ramayana dan Mahabrata sehingga bentuk dan sajiannnya semakin berubah dan luas jangakauannya dalam tampilan dan tema ceritanya. Dalam perkembangannya itu, kemudian wayang di Indonesia telah demikian mentradisi sehingga mampu bertahan di tengah-tengah masyarakat pendukungnya yang beragam.

"Wayang Indonesia telah diakui oleh UNESCO pada 7 November 2003 di Kota Paris sebagai warisan dunia dari Indonesia. Anda dapat turut berapresiasi dengan mengunjungi Museumnya."

Wayang Indonesia sendiri telah diakui oleh UNESCO (United Educational, Scientific and Cultural Organization) sebagai warisan dunia. Dengan memproklamasikan Wayan Indonesia sebagai “Masterpiece of the Oral and Intangible Heritage of Humanity”, di mana Wayang Indonesia telah diakui sebagai karya agung budaya dunia.

Maka dari itu, memang sudah seharusnya di Indonesia memiliki Museum Wayang sebagai tempat menyimpan dan memamerkan wayang guna menjadi salah satu media sumber pengetahuan kepada masyarakat terutama untuk menjaga kelestarian budaya wayang di Indonesia sendiri.  

Tetapi dengan hanya adanya Museum Wayang saja tanpa adanya apresiasi masayarakat akan pentingnya budaya wayang di Indonesia ini rasanya percuma saja. Seiring dengan perkembangan jaman, tidak dipungkiri bahwa budaya wayang di Indonesia sendiri sudah mulai terasa ditinggalkan oleh adanya teknologi-teknologi canggih saat ini.

Namun seharusnya para masyarakat terutama di Indonesia harus sadar akan pentingnya kelestarian budaya-budaya yang sudah hampir tergerus jaman saat ini, khususnya wayang. Dengan turut berpartisipasi dengan mengunjungi Museum Wayang dirasa sudah cukup, guna mempertahankan eksistensi Perwayangan di Indonesia.

Mari kita lestarikan Perwayangan di Indonesia sebagai salah satu warisan dunia dan juga sebagai identitas Bangsa dan Budaya Indonesia. "Ayo Lestarikan Seni Wayang Indonesia!"


0 comments:

Post a Comment

RULES !!!

iBlogger.web.id Aksesoris Blog Moody Blogger by Moch. Iqbal Chahyadi