DANBO

Merry Christmas 2011 and Happy New Year 2012

GONG XI FA CAI 2012

Xin Nian Kuai Le. Wan Xi Ru Yi. Sen Ti Chien Kang.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Saturday, November 24, 2012

Roti Panggang Pala Sari, Eksis di tengah Kawasan Elit

Oleh : Erik Setyawan - 14120042


Bangunan bertenda biru semi permanen yang berada di sekitaran kawasan pluit ini sudah sejak lama tampak terlihat berjejer di pinggiran Jalan Pluit Timur. Terletak strategis, di kelilingi oleh showroom merk mobil ternama dan berada pas di depan Gedung “KOPPEL”  juga tidak jauh dari sana terdapat hotel bintang lima, tapi keberadaanya masih tetap dicari dan diminati oleh para penikmat kuliner pinggiran jalan.

Roti Panggang Pala Sari, itulah nama dari tempat makan yang berada di pinggir jalan ini. Menjajakan makanan yang bermacam dengan menu andalannya yaitu roti panggang dan mie rebusnya. Berada di Jalan Pluit Timur (HS-KS) Jakarta-Utara, dan buka selama 24 jam NON-STOP.

Tidak hanya sendiri, tempat makan ini berdiri di pinggiran jalan yang memang banyak menawarkan aneka macam makanan dan minuman di sana. Tetapi Roti Panggang Palasari sendiri masih tetap diminati para pelanggan setianya dari berbagai kalangan, tidak hanya dari kalangan pelajar saja, baik para kalangan atas pun juga sering mampir untuk menikmati aneka kuliner di sini.

Dari segi harga pun, Roti Panggang Palasari sendiri mematok harga dari Rp 3.000,- hingga yang paling mahal Rp 34.000,- , yaitu paket mie rebus atau goreng komplit. Dengan kisaran harga yang dirasanya sangat bersahabat bagi kantong ini, maka banyak penikmat kuliner dari berbagai kalangan di kawasan ini sering menghabiskan waktu di tempat ini.

Tempat kuliner ini mulai ramai di kunjungi oleh para penikmat wisata kuliner terutama pada jam-jam pulang kantor hingga menjelang pagi hari. Banyak para pasangan muda yang menghabiskan malamnya di tempat ini. Selain menawarkan menu yang sangat beragam, suasana pinggiran jalanan kota pada malam hari ikut menambah kesan romantis bagi para pasangan muda.

Terdapat beragam menu yang disajikan untuk pengunjung yang ingin menyantap makanan di tempat ini. Menu andalan yang paling diminati oleh para penikmat kuliner adalah roti panggang keju dan satu lagi yang paling menarik didengar yaitu “INTERNET”, mie instant Indomie yang dicampur dengan tambahan telor dan kornet yang disajikan dalam satu porsi.

Roti panggang dengan berbagai rasa dan berbagai macam sajian mie rebus atau goreng rupanya sudah menjadi andalan bagi setiap pedagang roti panggang. Di setiap kios yang memakai nama “Roti Panggang”, pasti dapat ditemui menu-menu tersebut sebagai andalannya. Maka dari itu, Roti Panggang Palasari menyajikan meu-menu yang beragam dan pastinya unik guna membedakannya dengan Roti Panggang lainnnya.

Berdiri sejak dari 20 tahun yang lalu, ternyata tempat kuliner yang berada di kawasan Pluit ini sudah memiliki enam cabang, yaitu satu kios pusat dan lima kios cabang. Tidak disangka dengan hanya menjual Roti Panggang dan berbagai macam kuliner di kawasan pinggir jalan, mampu memiliki cabang yang terus berkembang. Berarti masih banyak para penikmat kuliner untuk makan atau hanya sekedar berkumpul ria di tempat ini.

Mampu bertahan, bersaing dan tetap menjaga kualitasnya dari dulu hingga sekarang, itulah yang menjadi pedoman bagi Roti Panggang Palasari untuk dapat bertahan hingga saat ini. Makin bertambahnya pesaing yang menyajikan makanan lebih bervariatif di sekitar kawasan tersebut, tidak membuat tempat kuliner ini kehilangan pelanggannya. Walaupun juga banyak restoran-restoran makanan cepat saji yang mulai berkembang di mana-mana, Roti Panggang Palasari tetap jadi pilihan bagi penikmat kuliner.

Menikmati Warisan Budaya Indonesia yang diakui Dunia


Oleh : Erik Setyawan - 14120042
Gedung yang artisitik dan berdiri di tanah bekas Gereja Tua dan makam Jan Pieterzoon Coen, masih berada di kawasan Wisata Kota Tua, tepatnya di Jalan Pintu Besar Utara No.27 Jakarta Barat, yang buka dari jam 09.00 hingga 15.00 pada hari Selasa sampai Minggu kecuali hari Senin dan hari libur ini, mengoleksi dan memamerkan berbagai jenis dan bentuk wayang dari seluruh Indonesia hingga Mancanegara.

Gedung ini dinamakan Museum Wayang. Dari namanya saja, jelas kita sudah mengetahui apa saja yang ada di dalam gedung tersebut. Benar, Museum Wayang ini menyimpan sekitar 5.147 koleksi wayang yang berasal dari sejumlah daerah di tanah air dan ada pula wayang mancanegara seperti dari Malaysia, Suriname, Perancis, Kamboja, India, hingga beberapa negara di Benua Eropa dan Amerika.

Terdapat beragam jenis wayang di museum ini seperti wayang kulit, wayang golek, wayang kardus, wayang rumput, wayang janur, topeng, wayang beber dan gamelan. Tidak hanya wayang yang dipamerkan di museum ini, terdapat boneka-boneka yang berasal dari negara sahabat diantaranya Malaysia, Thailand, Suriname, Cina, Vietnam, Perancis, Rusia, Polandia, India, dan Kamboja.

Di museum ini juga terdapat seluruh perlengkapan seputar perwayangan mulai dari alat penerangan yang digunakan untuk membuat bayangan di belakang layar yang disebut Lampu Blencong. Ada pula instrumen pengiring seperti gamelan dan panggung yang biasa dipakai untuk panggung boneka.

Para pengunjung di Museum Wayang ini diajak untuk mengenal berbagai karakter, sikap maupun perilaku lakon dari berbagai daerah melalui tampilan wayang yang mempunyai bobot yang luhur dan tinggi nilainya dalam budaya kita dengan menyaksikan sejumlah koleksi wayang yang ada di museum ini.

Bukan hanya sekedar menjadi obyek rekreasi semata, di museum ini dapat dilakukan studi bagi para pelajar dan akademis, bahkan dapat dijadikan tempat pelatihan, pusat dokumentasi, dan penelitian pewayangan, serta dapat dijadikan media pengetahuan budaya antar daerah, dan antar bangsa.  Untuk mendukung keberadaannya, selalu diadakan perubahan tata pameran, pagelaran wayang dan atraksi pembuatan wayang.

Jelas sekali bahwa Museum Wayang ini mengutamakan perannya sebagai sumber media pengetahuan, bisa dilihat dari harga tiket masuk bagi para pelajar dan akademisi yang harganya lebih murah Rp 1000,- dibandingkan wisatawan biasa yang harganya Rp 2.000,-. Bila ingin mengadakan studi tour ada bagusnya mengunjungi museum ini, selain menarik, pastinya juga biaya yang akan dikeluarkan tidak terlalu menguras kantong kita.

Mari sedikit kita mengenal sejarahnya, Wayang di Indonesia sendiri terutama di Pulau Jawa mulanya merupakan produk kebudayaan keraton. Wayang yang pada awalnya dijadikan alat pemujaan leluhur maka setelah kebudayaan Hindu masuk ke Indonesia sekitar abad ke – 5 Masehi mengalami pergeseran nilai.

"Wayang berasal dari kata 'bayang-bayang'. Awalnya wayang digunakan untuk melakukan komunikasi dengan roh leluhur atau nenek moyang dengan perantaranya yaitu dalang."

Dunia Pewayangan Indonesia mendapat pengaruh secara khas terutama dalam hal ceritera atau lakon seperti ceritera Ramayana dan Mahabrata sehingga bentuk dan sajiannnya semakin berubah dan luas jangakauannya dalam tampilan dan tema ceritanya. Dalam perkembangannya itu, kemudian wayang di Indonesia telah demikian mentradisi sehingga mampu bertahan di tengah-tengah masyarakat pendukungnya yang beragam.

"Wayang Indonesia telah diakui oleh UNESCO pada 7 November 2003 di Kota Paris sebagai warisan dunia dari Indonesia. Anda dapat turut berapresiasi dengan mengunjungi Museumnya."

Wayang Indonesia sendiri telah diakui oleh UNESCO (United Educational, Scientific and Cultural Organization) sebagai warisan dunia. Dengan memproklamasikan Wayan Indonesia sebagai “Masterpiece of the Oral and Intangible Heritage of Humanity”, di mana Wayang Indonesia telah diakui sebagai karya agung budaya dunia.

Maka dari itu, memang sudah seharusnya di Indonesia memiliki Museum Wayang sebagai tempat menyimpan dan memamerkan wayang guna menjadi salah satu media sumber pengetahuan kepada masyarakat terutama untuk menjaga kelestarian budaya wayang di Indonesia sendiri.  

Tetapi dengan hanya adanya Museum Wayang saja tanpa adanya apresiasi masayarakat akan pentingnya budaya wayang di Indonesia ini rasanya percuma saja. Seiring dengan perkembangan jaman, tidak dipungkiri bahwa budaya wayang di Indonesia sendiri sudah mulai terasa ditinggalkan oleh adanya teknologi-teknologi canggih saat ini.

Namun seharusnya para masyarakat terutama di Indonesia harus sadar akan pentingnya kelestarian budaya-budaya yang sudah hampir tergerus jaman saat ini, khususnya wayang. Dengan turut berpartisipasi dengan mengunjungi Museum Wayang dirasa sudah cukup, guna mempertahankan eksistensi Perwayangan di Indonesia.

Mari kita lestarikan Perwayangan di Indonesia sebagai salah satu warisan dunia dan juga sebagai identitas Bangsa dan Budaya Indonesia. "Ayo Lestarikan Seni Wayang Indonesia!"


Saturday, November 17, 2012

Menapaki jejak seorang calon “SOCIO PRENEUR”


Perawakannya tegap dengan rambut yang hitam lurus tanpa belahan dan murah senyum ini, Dialah Samuel Andhika Atmaja (23) yang lebih akrab dengan panggilan “Sammy”. Seorang pemuda yang memiliki sejuta asam dan garamnya kehidupan sehingga Ia ingin membantu mengubah cara berpikir masyarakat tentang kehidupan.

Terlahir di Jakarta, pada tanggal 22 Oktober 1989, sebagai seorang anak sulung dari dua bersaudara yang telah berumur 23 tahun ini sekarang sedang melanjutkan studinya di Universitas Bunda Mulia Jakarta sebagai mahasiswa jurusan ilmu komunikasi semester 1. Walaupun sempat selama kurang lebih 3 tahun tidak melanjutkan studinya karena fokus untuk bekerja.

Sampai saat ini, Ia masih bekerja di salah satu perusahaan swasta di bilangan Jakarta Pusat, tepatnya di daerah Kemayoran sambil melanjutkan studinya. “Bisa dibilang sambil menyelam, minum air”, jelasnya.

Sebelumnya, Ia pernah melanjutkan studinya setelah lulus SMA di Negara Singa yaitu Singapura karena mendapatkan beasiswa bidang management perhotelan di “Academy Columbia Bussiness School”. Di situlah Ia diajarkan dan dilatih untuk disiplin dan bersikap mandiri.

“Di Singapur waktu itu, biaya untuk makan maupun keperluan lain mau tidak mau harus ditanggung oleh Saya sendiri, karena tidak ada orangtua maupun saudara di sana, jadi mau tidak mau harus mencari sampingan....”

Itulah yang membuat Sammy harus mencari uang demi sesuap nasi dengan usahanya sendiri, dan mampu membagi waktunya antara pekerjaan sampingannya dengan kegiatan akademinya. Seperti yang diketahui, bahwa hidup sendiri di luar tanpa adanya orangtua sangatlah menguji kemampuan kita untuk bertahan dan menjadi mandiri.

Setelah hampir 1 tahun lamanya Ia mengenyam pendidikan di Singapura, Sammy akhirnya kembali ke Indonesia dan langsung bekerja di tempat di mana Ia bekerja sekarang. Tidak mudah memang, tapi tak dapat dipungkiri bahwa Ia dapat menyelesaikan studinya di sana dengan hasil usahanya sendiri.

Berawal dari saat itu, Sammy berpikir bahwa tidaklah mudah untuk menjalani hidup seperti yang Ia alami di Singapura pada waktu itu tetapi Ia dapat bertahan dengan usahanya sendiri. Hal ini yang Ia coba bandingkan dengan yang ada pada masyarakat pada jaman sekarang ini, di mana saat ini banyak orang yang mudah berputus asa pada saat tantangan hidup telah berada di depannya.

Menjadi seorang Socio Preneur adalah tujuannya. Di mana Ia ingin mengubah persepsi masyarakat tentang pandangan terhadap tantangan hidup yang akan dihadapinya untuk mencapai suatu tujuan. Bahwa tantangan seberat apapun yang berada di depan kita dapat kita lewati dengan usaha dan kerja keras kita sendiri.

Menurut Gregory Dees, Sociopreneurship adalah kombinasi dan semangat besar dalam misi sosial dengan 
disiplin, inovasi, dan keteguhan seperti yang lazim berlaku di dunia baik bisnis maupun sosial guna membantu meningkatkan pendapatan masyarakat, mengatasi kemiskinan, mengurangi angka pengangguran, memanfaatkan sumber daya ekonomi untuk mencapai produktivitas masyarakat, mengusahakan pemerataan pendapatan, hingga memajukan pertumbuhan ekonomi.

Berangkat dari pengertian Gregory Dees, seorang socio preneur harus memiliki visi dan misi di mana dapat 
mengubah identitas sosial individu di dalam suatu masyarakat. Sammy yakin dengan apa yang telah Ia dapatkan selama ini dari pengalaman dan usahanya sendiri dapat Ia bagi kepada orang lain mampu mengubah kehidupan orang tersebut.

Tidak hanya Sammy yang memiliki keinginan yang mulia untuk perubahan sosial, masih banyak orang-orang yang di luar sana telah menjadi seorang Socio Preneur sukses walaupun kurang terdengar dan terlihat batang hidungnya selama ini di masyarakat. Bahkan kita sendiri dapat menjadi seorang Socio Preneur bagi orang di sekitar kita yang dikiranya membutuhkan bantuan."Karena kalau bukan kita, siapa lagi....!!"


Erik Setyawan - 14120042

RULES !!!

iBlogger.web.id Aksesoris Blog Moody Blogger by Moch. Iqbal Chahyadi