Saturday, November 17, 2012

Menapaki jejak seorang calon “SOCIO PRENEUR”


Perawakannya tegap dengan rambut yang hitam lurus tanpa belahan dan murah senyum ini, Dialah Samuel Andhika Atmaja (23) yang lebih akrab dengan panggilan “Sammy”. Seorang pemuda yang memiliki sejuta asam dan garamnya kehidupan sehingga Ia ingin membantu mengubah cara berpikir masyarakat tentang kehidupan.

Terlahir di Jakarta, pada tanggal 22 Oktober 1989, sebagai seorang anak sulung dari dua bersaudara yang telah berumur 23 tahun ini sekarang sedang melanjutkan studinya di Universitas Bunda Mulia Jakarta sebagai mahasiswa jurusan ilmu komunikasi semester 1. Walaupun sempat selama kurang lebih 3 tahun tidak melanjutkan studinya karena fokus untuk bekerja.

Sampai saat ini, Ia masih bekerja di salah satu perusahaan swasta di bilangan Jakarta Pusat, tepatnya di daerah Kemayoran sambil melanjutkan studinya. “Bisa dibilang sambil menyelam, minum air”, jelasnya.

Sebelumnya, Ia pernah melanjutkan studinya setelah lulus SMA di Negara Singa yaitu Singapura karena mendapatkan beasiswa bidang management perhotelan di “Academy Columbia Bussiness School”. Di situlah Ia diajarkan dan dilatih untuk disiplin dan bersikap mandiri.

“Di Singapur waktu itu, biaya untuk makan maupun keperluan lain mau tidak mau harus ditanggung oleh Saya sendiri, karena tidak ada orangtua maupun saudara di sana, jadi mau tidak mau harus mencari sampingan....”

Itulah yang membuat Sammy harus mencari uang demi sesuap nasi dengan usahanya sendiri, dan mampu membagi waktunya antara pekerjaan sampingannya dengan kegiatan akademinya. Seperti yang diketahui, bahwa hidup sendiri di luar tanpa adanya orangtua sangatlah menguji kemampuan kita untuk bertahan dan menjadi mandiri.

Setelah hampir 1 tahun lamanya Ia mengenyam pendidikan di Singapura, Sammy akhirnya kembali ke Indonesia dan langsung bekerja di tempat di mana Ia bekerja sekarang. Tidak mudah memang, tapi tak dapat dipungkiri bahwa Ia dapat menyelesaikan studinya di sana dengan hasil usahanya sendiri.

Berawal dari saat itu, Sammy berpikir bahwa tidaklah mudah untuk menjalani hidup seperti yang Ia alami di Singapura pada waktu itu tetapi Ia dapat bertahan dengan usahanya sendiri. Hal ini yang Ia coba bandingkan dengan yang ada pada masyarakat pada jaman sekarang ini, di mana saat ini banyak orang yang mudah berputus asa pada saat tantangan hidup telah berada di depannya.

Menjadi seorang Socio Preneur adalah tujuannya. Di mana Ia ingin mengubah persepsi masyarakat tentang pandangan terhadap tantangan hidup yang akan dihadapinya untuk mencapai suatu tujuan. Bahwa tantangan seberat apapun yang berada di depan kita dapat kita lewati dengan usaha dan kerja keras kita sendiri.

Menurut Gregory Dees, Sociopreneurship adalah kombinasi dan semangat besar dalam misi sosial dengan 
disiplin, inovasi, dan keteguhan seperti yang lazim berlaku di dunia baik bisnis maupun sosial guna membantu meningkatkan pendapatan masyarakat, mengatasi kemiskinan, mengurangi angka pengangguran, memanfaatkan sumber daya ekonomi untuk mencapai produktivitas masyarakat, mengusahakan pemerataan pendapatan, hingga memajukan pertumbuhan ekonomi.

Berangkat dari pengertian Gregory Dees, seorang socio preneur harus memiliki visi dan misi di mana dapat 
mengubah identitas sosial individu di dalam suatu masyarakat. Sammy yakin dengan apa yang telah Ia dapatkan selama ini dari pengalaman dan usahanya sendiri dapat Ia bagi kepada orang lain mampu mengubah kehidupan orang tersebut.

Tidak hanya Sammy yang memiliki keinginan yang mulia untuk perubahan sosial, masih banyak orang-orang yang di luar sana telah menjadi seorang Socio Preneur sukses walaupun kurang terdengar dan terlihat batang hidungnya selama ini di masyarakat. Bahkan kita sendiri dapat menjadi seorang Socio Preneur bagi orang di sekitar kita yang dikiranya membutuhkan bantuan."Karena kalau bukan kita, siapa lagi....!!"


Erik Setyawan - 14120042

0 comments:

Post a Comment

RULES !!!

iBlogger.web.id Aksesoris Blog Moody Blogger by Moch. Iqbal Chahyadi