DANBO

Merry Christmas 2011 and Happy New Year 2012

GONG XI FA CAI 2012

Xin Nian Kuai Le. Wan Xi Ru Yi. Sen Ti Chien Kang.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Tuesday, May 6, 2014

Analisis Artikel (9)


Hp Kena Air? Lakukan Langkah ini! 
 
 
Musim hujan sangat tidak ramah terhadap benda-benda elektronik. Keciprat air hujan sedikit, apabila tepat mengenai logam yang teraliri listrik, bisa menyebabkan korsleting dan benda elektronik pun 'wassalam' alias mati total.

Tak terkecuali handphone (HP). Bahkan, HP sangat rawan jadi korban ‘serangan air’ karena sifatnya yang bisa dibawa kemana-mana. Jika tidak berhati-hati, HP bisa terjatuh ke air, seperti kubangan air usai hujan deras, terjatuh dari saku kemeja lalu nyemplung ke bak air saat berada di toilet, HP basah kuyup karena kehujanan karena disimpan di saku baju yang tidak kedap air.

Saat musim hujan seperti sekarang ini ada baiknya melakukan langkah-langkah antisipatif. Jangan sampai HP kita jadi korban banjir. Misalkan saja, jika droiders nekad menembus hujan, karena tuntutan pekerjaan di suatu tempat (ke kantor misalnya), sebaiknya HP disimpan di tempat yang aman. Jika ditaruh di tas, sebaiknya di tempat khusus yang kedap air.

Jika diletakkan di tas yang tembus air, sebaiknya HP dimasukkan dulu ke dalam plastik, ditutup rapat, baru diletakkan di tas. Begitu juga jika disimpan di saku pakaian, apakah celana atau kemeja, masukkan dulu HP di plastik atau wadah berbahan plastik yang kedap air.

Tetapi jika persoalannya adalah HP droiders terlanjur kuyup oleh air, apakah karena kecemplung atau sekedar terciprat air, yang patut diduga bisa tembus ke jaringan listrik HP, sebaiknya segera lakukan langkah-langkah antisipatif untuk mencegah kerusakan total.  

Berikut langkah-langkah antisipasinya:
  1. Segera lepas/cabut baterai hp
  2. Lepas juga aksesoris yang lain seperti kartu sim dan kartu memori
  3. Bongkar/lepas casing hp
  4. Bongkar/lepas juga baut dan pcb handphone
  5. Tiup dengan sekencang-kencangnya pada bagian pcb terutama bagian IC, ini bertujuan agar air yang masih menempel pada kaki-kaki IC bisa segera keluar dan tidak mengendap
  6. Keringkan pcb/hp dengan hair dryer, disarankan jarak hair dryer dengan hp jangan sampai terlalu dekat agar tidak merusak komponen yang ada pada pcb handphone
  7. Jangan ambil tindakan pintas dengan menjemur hp karena dari panas sinar matahari bisa merusak komponen-komponen handphone
  8. Cas batrei hp dengan cas desktop sampai penuh. Meski anda meyakini ponsel sudah dalam keadaan kering, biarkan dulu dan jangan keburu memasangkan batrei dan menghidupkan ponsel.
  9. Jika semua langkah telah dilakukan dan batrei sudah terisi penuh pasang kembali pasang kembali pcb handphone,casing,dan juga batrei lalu coba nyalakan handphone
Dalam hal tidak tersedianya hair dryer, untuk pengeringan tuntas, droiders bisa menggunakan beras kering untuk mengeringkan HP yang terkena air. Kita tahu, beras mempunyai sifat menyerap air.

Sifatnya ini bisa digunakan untuk mengeringkan HP yang permukaannya terkena air. Caranya taruh beras secukupnya, yang kira-kira bisa untuk membenamkan HP droiders, di atas wadah. Tunggu sekitar satu atau dua jam, hingga droiders yakin HP telah kering.

Droiders sebaiknya bersabar sampai benar-benar yakin, bahwa HP droiders benar-benar sudah kering baik bagian luar atau dalam yang penuh dengan komponen-komponen elektronik yang sudah pasti rentan rusak jika terkena air yang mengakibatkan korsleting.

Hasil Analisa:
·         Apakah judul ini sudah cukup untuk menarik perhatian pembaca? Mengapa?
Judul ini sudah cukup untuk menarik perhatian pembaca dikarenakan dalam judul tersebut memuat masalah yang ada serta mengajak pembaca untuk mengikuti solusi/langkah-langkah untuk mengatasinya. Sehingga pembaca langsung tertarik untuk membaca artikel tersebut dan tidak bertele-tele.
Ada kekurangan dalam judul tersebut karena terkesan memaksa, walaupun dapat menarik minat pembaca agar ingin membaca artikel tersebut.

·         Coba buat alternatif judul lain!
Tips atasi HP kena air

·         Apa jenis intro yang digunakan pada tulisan feature tersebut?
“Musim hujan sangat tidak ramah terhadap benda-benda elektronik. Keciprat air hujan sedikit, apabila tepat mengenai logam yang teraliri listrik, bisa menyebabkan korsleting dan benda elektronik pun 'wassalam' alias mati total.”
Intro/lead analogi. Karena pada bagian lead artikel tersebut menampilkan fakta yang sudah dikenal dengan fakta yang akan menjadi isi tulisan, yaitu berupa fakta mengenai masalah akibat terkenanya air pada gadget yang dimiliki.

·         Apa pola/bentuk yang dipakai untuk tubuh feature ini?
Pola/bentuk yang dipakai untuk tubuh feature ini adalah piramida tegak. Karena pada bagian awal tubuh feature ini hanya menjelaskan fakta-fakta atau keterangan mengenai masalah tersebut. Setelah itu, makin ke bagian dalam tubuh feature menjelaskan langkah-langkah untuk mengatasi masalah tersebut.

·         Apakah kalimat pada penutup terlalu menggurui pembaca dan berlebihan?
“Droiders sebaiknya bersabar sampai benar-benar yakin, bahwa HP droiders benar-benar sudah kering baik bagian luar atau dalam yang penuh dengan komponen-komponen elektronik yang sudah pasti rentan rusak jika terkena air yang mengakibatkan korsleting.”
Kalimat penutup pada artikel tersebut dirasa tidak berlebihan. Pada kalimat penutup tersebut hanya menjelasakan agar pembaca yakin dalam mengikuti langkah-langkah tersebut agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, yaitu korsleting akibat belum sepenuhnya kering.

Tuesday, April 29, 2014

Sunting "Berburu Oleh-Oleh di Malioboro" (8)


Berkunjung ke daerah Jogjakarta belum lengkap bila tidak membeli oleh-oleh khas daerah ini. Salah satu kawasan yang menyediakan berbagai macam pernak-pernik (dan kuliner) khas Jogja dapat ditemui di sini. Berbagai macam kuliner dan pernak-pernik khas Jogja (pilihan) untuk dijadikan cinderamata dapat dipilih sendiri.


Kawasan Malioboro atau biasa yang lebih dikenal dengan Jalan Malioboro, ini memang (telah) sudah dikenal oleh kalangan luas sebagai tempat yang wajib didatangi bila berkunjung ke Jogjakarta. Letaknya tak jauh dari alun-alun Kota Jogjakarta. Di sini terdapat tempat khusus bagi kendaraan bus pariwisata yang membawa wisatawan untuk parkir dan wisatawan pun bisa dengan tenang menyusuri Jalan Malioboro.

Masuk ke dalam kawasan Jalan Malioboro dari tempat parkir bus, (layaknya pedagang kaki lima) wisatawan langsung disuguhi oleh berbagai pedagang yang menjual dagangannya di pinggiran jalan sepanjang Jalan Malioboro, layaknya pedagang kaki lima. Banyak pedagang yang menjual barang dagangannya di depan toko-toko yang berada dipinggiran jalan. Hal ini mengingatkan pedagang serupa di kawasan Glodok yang menjual dangangannya di emperan toko.

Mulai di bagian depan, banyak pedagang yang menjual berbagai cinderamata seperti gantungan kunci dan juga ada beberapa distro yang menjual pakaian seperti kaos, baju batik, dan topi. salah satunya yang banyak bergambarkan Jogja. Tidak hanya itu, di sepanjang jalan juga berderet kuliner-kuliner khas Jogja.

Selanjutnya, jika (Bila) terus ditelusuri lebih ke dalam lagi, kita akan menemui berbagai macam (pernak-pernik dapat ditemui.) pedagang yang menjual barang dagangannya. Ada yang menjual pakaian kaos, sandal, gantungan kunci, dan masih  banyak lainnya yang pasti dengan harga semakin bervariatif. Di sinilah, kelihaian menawar anda akan diuji.

Hampir separuh Jalan Malioboro ditelusuri, akan ditemui pertigaan. Cobalah masuk ke dalam jalan tersebut. Walaupun memang terlihat sepi, namun di dalam jalan tersebut juga ada toko-toko, salah satunya menjual kaos khas Jogja dan juga beberapa penginapan di jalan tersebut.
Satu tips bila anda berbelanja oleh-oleh di kawasan Jalan Malioboro ini, jangan lupa untuk bersiap dalam hal tawar-menawar harga. Bila memiliki (sedikit) keahlian berbahasa Jawa, jangan ragu menggunakannya untuk menawar harga, karena (mungkin saja) dijamin Anda akan mendapatkan harga yang paling menarik. Selamat berburu oleh-oleh.

Tuesday, April 1, 2014

Mengenal Kehidupan Melalui Sekotak Brownies “MAMA CAKE” (7)





Diawali dengan perjalanan 3 sekawan, Raka (Omesh) dan dua sahabatnya, Willy (Boy William) serta Rio (Arie Dagienkz), yang berkelana dari Jakarta menuju Kota Bandung untuk membeli brownies kukus “Mama Cake”. Ayah Raka (Rudy Salam) menyuruhnya untuk membeli langsung dari toko pembuatnya demi memenuhi keinginan neneknya (Nani Wijaya)  yang sedang sekarat di rumah sakit.

Di dalamnya mereka bertiga berdialog layaknya kebanyakan orang mengobrol dengan teman atau sahabatnya. Dialog natural mengalir dalam film ini. Dalam perjalanan mereka bertiga yang seharusnya simple namun berubah rumit sehingga kita diajak terbawa oleh suasana jalannya cerita yang disutradarai oleh Anggy Umbara ini.

Film ini memang dibungkus dengan balutan drama komedi namun juga sedikit menjelaskan tentang arti kehidupan yang bernuansa religi. Di awal film ini tidak terlihat nuansa religi, tapi diakhir film tersebut ditutup dengan nilai-nilai yang kental dengan religi.

Melalui film ini kita diajak mengenal apa itu arti amanah yang sebenarnya. Raka bisa saja membeli brownies kukus di tempat lain, namun karena ia disadarkan dalam beberapa kejadian yang telah ia lalui, Raka tetap membeli brownies di toko tersebut, walaupun ia terus mendapatkan pelayanan yang aneh oleh si pelayan (Candil).

Bila diperhatikan, film ini sedikit memperpanjang beberapa adegan dalam cerita. Walaupun begitu, film ini masih sangat cocok untuk dinikmati para penggemar drama komedi yang diakhiri malalui anti klimaks yang menyentuh.

Tuesday, March 25, 2014

The Beatles, Di Mata Anak Muda (6)


The Beatles adalah kelompok pemusik Inggris beraliran rock, dibentuk di Liverpool pada tahun 1960, seringkali dianggap sebagai pemusik tersukses secara komersial dan paling banyak mendapat pujian dalam musik populer.


Banyak penggemar musik dari seluruh dunia yang menggemari kelompok pemusik fenomenal dari inggris yang beranggotakan John Lennon (gitar ritem, vokal), Paul McCartney (gitar bass, vokal), George Harrison (gitar utama, vokal), dan Ringo Starr (drum, vokal). Walaupun telah menjadi band rock yang legendaris, kelompok pemusik ini masih digemari hingga saat ini oleh para anak muda.

Salah satunya Rachmawati Andareswari, atau yang lebih akrab dipanggil Anda. Wanita yang memiliki perawakan yang langsing dengan rambut panjang berombak dan pendiam ternyata memiliki ketertarikan terhadap salah satu kelompok musik fenomenal ini.

Terlahir di Surakarta, pada tanggal 13 Maret 1995, sebagai seorang anak sulung dari tiga bersaudara yang baru saja memasuki umurnya yang ke 19 tahun pada bulan ini, sekarang sedang melanjutkan studinya di Universitas Bunda Mulia Jakarta sebagai salah satu mahasiswi jurusan ilmu komunikasi dan sudah memasuki semester 4.

Anda menggemari The Beatles semenjak Ia masih duduk di bangku sekolah dasar. Ia sering sekali mendengarkan lagu-lagu beraliran rock The Beatles di rumahnya yang diputar oleh ayahnya sendiri. Sering juga saat berpergian menggunakan mobil, ayahnya sering memutarkan lagu-lagu The Beatles. Ayahanda Anda memang seorang penggemar dan mengoleksi kepingan lagu The Beatles sejak dulu. Memang, buah jatuh tak jauh dari pohonnya.

Dalam band yang beranggotakan 4 orang ini, selain lagunya yang sangat enak didengar, Anda juga lebih mengaggumi salah satu personilnya, yaitu John Lennon, yang dianggapnya sebagai sosok yang menginspirasi. Ia menganggap lagu yang dibawakan oleh John lennon, terutama lagu-lagu yang memang Ia ciptakan sendiri sangat penuh yang dapat membuka inspirasinya.

Pengalaman unik juga Ia pernah rasakan tahun lalu saat Ia mengetahui adanya lelang kepingan piringan hitam di salah satu forum komunitas online. Piringan hitam tersebut ternyata berisi lagu album pertama dari The Beatles yang dimiliki oleh penggemar sekaligus pengoleksi barang-barang yang berhubungan dengan The Beatles di luar negeri. Alasannya, penggemar tersebut memang ingin berbagi koleksinya yang Ia miliki kepada penggemar lain.

Sebagai seorang penggemar yang diturunkan oleh ayahnya ini, menjadi suatu kebanggaan yang tak ternilai bila berhasil mendapatkan kepingan piringan hitam tersebut. Namun hal tersebut harus dipendamnya dalam-dalam, karena Ia kalah cepat melakukan ‘Bid’ dengan para penggemar lainnya yang mengincar kepingan tersebut.

Salah satu lagu berjudul “Hey Jude” yang masih sangat Ia ingat sekarang, menurutnya masih fenomenal hingga saat ini. Bebearap kali Ia pernah mendengar lagu tersebut di salah satu siaran radio baru-baru ini.

Sebagai seorang anak muda yang masih mengenyam pendidikan tinggi di Jakarta, Anda adalah salah satu generasi muda yang masih terus menikmati dan melestarikan salah satu band The Beatles. Walaupun banyak lagu pop yang terus bertebaran di mana-mana, Ia tetap tak menjatuhkan kegemarannya ini ke kelompok pemusik lain. Apresiasi terus musik-musik legendaris dunia!

Tuesday, March 18, 2014

Berburu Oleh-Oleh di Malioboro (5)

Berkunjung ke daerah Jogjakarta belum lengkap bila tidak membeli oleh-oleh khas daerah ini. Salah satu kawasan yang menyediakan berbagai macam pernak-pernik khas Jogja dapat ditemui di sini. Berbagai macam kuliner dan pernak-pernik khas Jogja yang dapat dijadikan cinderamata dapat dipilih sendiri.

Kawasan Malioboro atau biasa yang lebih dikenal dengan Jalan Malioboro ini memang sudah dikenal oleh kalangan luas sebagai tempat yang wajib didatangi bila berkunjung ke Jogjakarta. Letaknya tak jauh dari alun-alun Kota Jogjakarta. Di sini terdapat tempat khusus bagi kendaraan bus pariwisata yang membawa wisatawan untuk parkir dan wisatawan pun bisa dengan tenang menyusuri Jalan Malioboro.

Masuk ke dalam kawasan Jalan Malioboro dari tempat parkir bus, wisatawan langsung disuguhi oleh berbagai pedagang yang menjual dagangannya di pinggiran jalan sepanjang Jalan Malioboro, layaknya pedagang kaki lima. Banyak pedagang yang menjual barang dagangannya di depan toko-toko yang berada dipinggiran jalan. Hal ini mengingatkan pedagang serupa di kawasan Glodok yang menjual dangangannya diemperan toko.

Mulai dibagian depan, banyak pedagang yang menjual berbagai cinderamata seperti gantungan kunci dan juga ada beberapa distro yang menjual pakaian seperti kaos, salah satunya yang banyak bergambarkan Jogja. Tidak hanya itu, disepanjang jalan juga berderet kuliner-kuliner khas Jogja.

Selanjutnya, jika terus menelusuri lebih dalam lagi, kita akan menemui berbagai jenis macam pedagang yang menjual barang dagangannya . Ada yang menjual pakaian kaos, sandal, gantungan kunci, dan masih  banyak lainnya yang pasti dengan harga semakin bervariatif. Di sinilah, kelihaian menawar kita diuji.

Hampir separuh Jalan Malioboro ditelusuri, akan ditemui pertigaan. Cobalah masuk ke dalam jalan tersebut. Walaupun memang terlihat sepi, namun di dalam jalan tersebut juga ada toko-toko , salah satunya menjual kaos khas Jogja dan juga beberapa penginapan di Jalan tersebut.

Satu tips bila kita ingin berbelanja oleh-oleh di kawasan Jalan Malioboro ini, jangan lupa untuk bersiap dalam hal menawar harga. Bila memiliki keahlian berbahasa Jawa, jangan ragu menggunakannya untuk menawar harga, karena dijamin kita akan mendapatkan harga yang paling menarik. Selamat berburu oleh-oleh.

RULES !!!

iBlogger.web.id Aksesoris Blog Moody Blogger by Moch. Iqbal Chahyadi