DANBO

Merry Christmas 2011 and Happy New Year 2012

GONG XI FA CAI 2012

Xin Nian Kuai Le. Wan Xi Ru Yi. Sen Ti Chien Kang.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Tuesday, March 11, 2014

Berlibur di Pulau Laskar Pelangi (4)


Siapa tak kenal pulau yang satu ini?

Pulau yang pernah menjadi ikon film Laskar Pelangi ditahun 2008 ini sudah dikenal seluruh nusantara, bahkan hingga luar negeri. Pulau yang berada diujung Sumatera ini sekarang menjadi objek wisata yang sangat diminati oleh wisatawan untuk berlibur.

Pulau Belitung adalah salah satu dari ribuan pulau di Indonesia yang masih terlihat asri. Dilihat pantainya yang berpasir putih, memiliki batu-batu yang besar, dan berair jernih. Salah satu ikon pariwisata yang terkenal di pulau ini adalah pantai Tanjung Tinggi. Di Pantai ini terdapat batu-batu granit besar yang berdiri tegak disekitar pantai.

Pantai Tanjung Tinggi merupakan salah satu pantai yang sangat indah. Lokasi ini pernah dijadikan tempat syuting film Laskar Pelangi dan Sang Pemimpi yang diangkat dari novel fenomenal karya anak muda Pulau Belitung, Andrea Hirata. Jarak tempuh dari pusat kota Tanjung Pandan berkisar 30 km. Perjalanan dapat ditempuh dengan menggunakan mobil atau jasa travel agent yang tersedia di pusat kota Tanjung Pandan, Belitung.

Waktu tempuh yang dihabiskan berkisar 1 jam lamanya, dan anda bisa sambil menikmati pemandangan dan perumahan yang masih jarang satu sama lainnya selama perjalanan. Suasana pedesaan yang asri pun sangat terasa selama perjalanan.

Setibanya di pantai ini, anda akan langsung tergoda untuk berlarian dan bermain di pantai. Pantainya sangat putih dan sangat bersih. Airnya pun berwarna biru kehijauan. Benar-benar sempurna, saat Anda menghabiskan waktu di Pantai Tanjung Tinggi. Anda seolah akan merasa di suatu tempat yang seperti mimpi. Terdapat batu granit yang besar dan dapat anda jelajahi batu tersebut layaknya anak-anak yang bermain dalam film Laskar Pelangi.




Di dekat pantai juga terdapat beberapa penginapan. Jadi, Anda bisa berlama-lama di pantai ini dan mengenal lebih dekat kebudayaan masyarakat Belitung. Pantai tanjung Tinggi memang cantik dan indah, siap-siap dibuat jatuh cinta olehnya.



Tuesday, February 25, 2014

Jenis Berita (2)

1. Opini
http://www.antaranews.com/berita/420308/yang-mencerahkan-setelah-kelud-meletus
“Berbekal keberanian untuk mengetahui yang tercerahkan dan yang benar itulah, warga tergerak memberi bantuan. Mereka tidak ingin terperangkap kepada sekat-sekat golongan tertentu, karena semuanya itu hakekatnya takhyul belaka. Hati mereka tercerahkan.”

Opini adalah fakta yang berisikan sebuah pendapat atau opini seseorang mengenai suatu peristiwa atau kejadian yang tengah terjadi. Biasanya, berita ini adalah opini dari para tokoh penting, cendekiawan, para pakar, atau pejabat berwenang.

Dalam berita di atas, terlihat bahwa antaranews.com memberikan opininya tentang masyarakat yang tinggal di sekitar kelud tetap berusaha dan saling bergotong royong untuk bertahan. Selain itu bantuan-bantuan yang diterima oleh masyarakat korban kelud dianggap sangat berarti, tanpa adanya pamrih.


2. Hard News
Adalah berita penting yang harus disampaikan langsung ke publik. Berita jenis ini tidak bisa ditunda pemberitaanya karena akan cepat basi.

http://megapolitan.kompas.com/read/2014/02/25/1043000/Ada.Banjir.dan.Perbaikan.Jalan.Transjakarta.di.Koridor.Ini.Terhambat

Berita di atas memiliki batas waktu, dikarenakan kejadian tersebut hanya berlangsung pada saat itu. Bila di beritakan lewat masa waktunya, maka berita tersebut sudah tidak memiliki nilai berita hardnews yang harus cepat dalam penyampaiannya.


3. Feature
Adalah suatu cara atau gaya penulisan sebuah berita yang ciri khasnya adalah menggunakan bahasa sederhana, dengan alur cerita yang mengalir, ringan, sehingga enak untuk dibaca.
Dalam buku Features Writing for Newspaper (1975), DR Williamson berujar, features ialah tulisan kreatif yang terutama dirancang guna memberi informasi sambil menghibur tentang suatu kejadian situasi, atau aspek kehidupan seseorang. Dengan demikian, features bisa dianggap tulisan yang lebih ringan dibandingkan dengan berita atau artikel opini.
http://travel.kompas.com/read/2014/02/24/1315083/Astuti.dan.Sariyah.Kokoh.dalam.Tradisi

Berita di atas menjelaskan tentang jalan hidup mereka dari masa kecil hingga dewasa kini menjadi penari laku tirakatan. Feature ini menceritakan Astuti dan Sariyah, dua penari dari desa, yang kalau menari diantar motor menuju lokasi pentas, telah mengajarkan kesetiaan, kejujuran, dan laku prihatin yang akan mereka kukuhi sampai mati.

4. Indepth News
Indepth news adalah berita yang menyajikan permasalahan secara  lengkap, mendalam dan analitis. Berita tidak ditulis berdasarkan pengungkapan, tetapi tali menali sehingga memperoleh pemahaman.
http://news.detik.com/read/2013/08/13/190738/2328900/10/1/kronologi-lengkap-pembunuhan-sisca-yofie-versi-polisi

Dalam berita kronologi lengkap pembunuhan sisca yofie, dicantumkan hari, jam, dan tanggal terjadinya peristiwa tersebut. Selain itu diberitahukan juga lokasi – lokasi korban dan juga tempat pelarian tersangka pembunuhan itu. Dengan diberitahukannya waktu dan juga lokasi tersebut, kita yang membaca bisa menjadi paham terhadap kronologi pembunuhan sisca yofie.

5. Investigative News
Adalah fakta yang diangkat dan dikembangkan berdasarkan berbagai penytelidikan atau penelitian dari berbagai sumber lain yang terpercaya dan akurat. Investigation news sering digunakan untuk mengetahui akar peristiwa yang telah ada namun tidak diketahui oleh banyak orang.
Berita ini termasuk investigasi karena jajanan di sekolah tidak diketahui adanya formalin, sehingga anak-anak pun merasa tidak khawatir dengan jajanan tersebut. Namun setelah adanya penyelidikan tersebut, diketahui bahwa ternyata jajanan di sekolahan itu mengandung formalin yang berbahaya bagi kesehatan.

6. Advertorial
Advertorial adalah iklan yang ditulis sebagai suatu berita sebagaimana dalam surat kabar atau majalah pada umumnya.
http://www.antaranews.com/berita/420694/marshanda-berbisnis-hijab
Berita ini merupakan berita advertorial karena artis marshanda memperkenalkan atau mengiklankan bisnis hijabnya yang bernama Marsha Hijab dalam bentuk sebuah berita. Ia pun memberitahukan bahwa bisnis hijabnya dijual dalam online di www.marshahijab.com.




Tuesday, February 18, 2014

My Life Journey (1)


Erik Setyawan merupakan anak sulung laki-laki dari 3 (tiga) bersaudara  yang dilahirkan pada tanggal 1 November 1994 di Jakarta. Memiliki darah keturunan asli tionghua dan biasa dipanggil Erik atau abang oleh teman-teman sekolah dulu hingga saat ini. Bertempat tinggal di kota Tangerang tepatnya di Perumnas. Saya dari kecil telah beragama Buddha dan seluruh keluarga saya pun juga menganut agama yang sama.

Saya menamatkan pendidikan dari jenjang TK (Taman kanak-kanak) hingga SMK (Sekolah Menengah Kejuruan) di tempat yang sama, yaitu Bonavita. Sekarang saya sedang menempuh pendidikan tinggi ilmu komunikasi semester 4 permintan broadcasting di Universitas Bunda Mulia Jakarta. Saat ini juga saya aktif sebagai salah satu anggota himpunan mahasiswa jurusan ilmu komunikasi.

Mengambil jurusan ilmu komunikasi di Universitas Bunda Mulia adalah suatu pilihan yang dirasa tepat. Ilmu komunikasi didalamnya mempelajari tentang ilmu broadcasting atau penyiaran. Sebelumnya, saya mengambil jurusan SMK Multimedia yang didalamnya mengajarkan bagaimana memproduksi suatu film. Hal inilah yang membuat saya tertarik mengambil jurusan ilmu komunikasi peminatan broadcasting, karena saya ingin memperdalam dalam proses pembuatan film maupun berita berbentuk video.

Saya pernah melihat suatu liputan langsung di suatu rumah sakit kawasan  kemayoran. Di mana banyak wartawan dari berbagai media, terutama TV yang bersiap di rumah sakit tersebut. Ternyata diketahui bahwa di rumah sakit tersebut sedang ada salah seorang selebriti yang melahirkan. Melihat berbagai persiapan dan kekompakkan yang solid antar reporter dan kru beserta kameramen untuk meliput berita, maka saya merasa tertantang untuk bisa menjadi seperti itu.

Hobi saya saat ini adalah berkaitan dengan teknologi. Saya sangat suka sekali mengutak-atik dan mencari informasi-informasi seperti info terbaru dari dunia teknologi yang terus berkembang saat ini. Perubahan terus terjadi di dalam dunia IT. Perkembangan teknologi yang sangat pesat saat ini yang membuat saya ingin terus mengetahui hal tersebut. Selain teknologi, saya juga tertarik mengenai berita yang meliputi seputar pengetahuan (sains). Berita-berita tersebut membuat saya dapat mengetahui hal baru yang belum diketahui sebelumnya.
 
Cita-cita saya saat ini adalah lulus dengan mendapatkan kategori cumlaude. Mungkin ini bisa dikatakan sebagai target dalam kurun waktu kurang lebih 2 tahun dari sekarang. Setelah lulus, saya juga berharap dapat menjadi seorang broadcaster handal di sebuah stasiun televisi terbesar.

Wednesday, February 20, 2013

“Di Kereta, Kami Menyambung Hidup...”


Oleh : Erik Setyawan (14120042) - 1PIK1
Ketika belum adanya peraturan larangan untuk tidak berjualan secara bebas di areal stasiun dan kereta, para pedagang asongan menjajakan dagangannya dengan leluasa, kini sekarang mereka harus diam-diam layaknya bermain “kucing-kucing” –an dengan para petugas stasiun yang selalu berjaga.
Menyusuri gerbong kereta ekonomi jurusan Stasiun Jakarta Kota – Ekonomi, terlihat beberapa orang dengan berpakaian rapih, namun sambil mendorong gerobak kecil atau menggendong kotak kecil berisi bermacam jenis barang dan makanan yang telah mereka bungkus sedemikian rupa.
PT KAI (Kereta Api Indonesia), salah satu Badan Usaha Milik Negara Republik Indonesia, awal bulan Desember tahun 2012 lalu telah menetapkan pen-sterill-an kawasan sekitar stasiun dan setiap gerbong kereta dari para pedagang asongan, pengemis, dan gelandangan, terutama untuk kawasan Stasiun Kota.
Penjagaan di beberapa stasiun dari arah Stasiun Kota sudah mulai terlihat diperketat. Dengan disiagakannya beberapa personil berseragam TNI dan Polisi bersenjata di setiap stasiun. Dari arah Kota menuju Bekasi, penjagaan ini sudah mulai terasa di beberapa stasiun yang dilewati.
Inilah yang membuat para pedagang asongan di kereta ekonomi tujuan Bekasi selalu merasa was-was dan khawatir. Mereka sudah tidak merasa leluasa lagi untuk mencari penghasilan dengan menjual barang dagangan yang dimilikinya kepada penumpang kereta.
Pasalnya, kerap kali bila pedagang asongan tersebut yang kedapatan sedang berjualan di dalam gerbong kereta oleh Petugas Keamanan Stasiun, mereka langsung diturunkan dan digelandang ke dalam kantor keamanan.
Barang dagangan mereka pun tak luput dari sitaan. Para pedagang mengaku juga diharuskan membayar uang sebesar Rp 50 ribu untuk menebus barang dagangan mereka yang disita serta materai Rp 6 ribu untuk menandatangani surat perjanjian yang dijual dengan harga Rp 8 ribu oleh oknum keamanan tersebut.
“Kalau misal ketangkep, kita semua barang dagangannya diambil terus dibawa ke pos, disita, trus kita –nya juga harus ngebayar 50 ribu buat nebusnya, tambah materai lagi...”, ungkap pedagang asongan, Akbar, seorang ibu yang mencari nafkah di kereta dengan berjualan tissue dan makanan ringan.
Mereka juga dirugikan oleh kelakuan oknum-oknum keamanan tersebut yang dengan seenaknya mengambil barang dagangan yang disita. Banyak pedagang yang menyesalkan hal tersebut, apalagi mereka sudah harus membayar sejumlah uang yang tidak sedikit untuk menebus barang dagangannya yang disita.

Layaknya Teroris
Berkeliling lalu-lalang di dalam sesaknya gerbong kereta ekonomi yang sedang berjalan dari arah stasiun Kota hingga Bekasi, para pedagang asongan memulai peruntungannya dengan menjajakan dagangannya kepada para penumpang.
Dimulai dari Stasiun Manggarai hingga Bekasi, para pedagang asongan memberanikan diri untuk menjajakan dagangannya secara langsung dan terbuka kepada penumpang, sama halnya dengan para pengemis dan pengamen yang ada di dalam gerbong kereta ekonomi tujuan bekasi ini.
“Saya –mah gak berani ke Kota, paling dari Bekasi Saya turun di Manggarai, trus nunggu lagi keretanya balik, baru Saya naik lagi... Di Kota –mah serem Saya sama petugas keamanannya, banyak polisi sama TNI sekarang...” terang Erwin, yang berdagang asongan dengan menggunakan gerobak kecilnya.
Mereka melihat bahwa stasiun-stasiun dari arah Stasiun Jakarta Kota hingga Manggarai saat ini sangatlah ketat sekali dalam penjagaannya. Banyak sekali personil TNI dan juga Polisi bersenjata yang terlihat berjaga di area stasiun tersebut.
Walaupun stasiun-stasiun dari Manggarai hingga Bekasi sekarang masih minim penjagaannya, para pedagang asongan dan pengemis juga sedianya was-was dengan situasi penjagaan sekarang ini.
Dari cara berpakaian mereka sekarang pun bukan seperti layaknya pedagang asongan yang berada di pinggir jalan maupun angkutan umum yang sering terlihat, tapi layaknya penumpang kereta biasa. Dengan jaket, sepatu, hingga topi mereka kenakan.
Selain itu, para pedagang asongan dan pengemis juga membeli tiket seperti para penumpang kereta lainnya guna menghindari bila ada pemeriksaan oleh petugas. Membungkus barang dagangannya dengan rapih,  tidak terlihat seperti membawa barang dagangan pun mereka lakukan.
“Sekarang juga udah pada pinter, barang kita bungkus rapih biar gak kelihatan itu barang asongan... terus juga beli tiket di Manggarai buat ke Bekasi, terus nanti kalo mau balik lagi ya beli lagi di Bekasi nanti... biar ada pemeriksaan, kita gak ketahuan gitu...”, tambah Erwin.
Saat inilah mereka merasa layaknya seorang teroris yang tiap kali diincar oleh mata petugas keamanan stasiun. Mereka menyadari akan hal itu, namun mereka beranggapan bahwa kegiatan untuk mencari nafkah guna memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari mereka ini dilakukan dengan tidak merugikan orang lain, terutama pengguna jasa kereta ini.
“Pihak Stasiun Jakarta Kota sebelumnya telah memberikan imbauan kepada para pedagang asongan juga pengemis di daerah stasiun dan kereta untuk tidak lagi berjualan atau mengemis...”, ungkap Iik, selaku Customer Service Stasiun Jakarta Kota.
Namun imbauan tersebut dirasa belum terlalu ter-ngiang di kuping para pedagang secara langsung. Mereka hanya tahu dari desas-desus para pengguna kereta. Terbukti dari beberapa pedagang yang ditanyai mengenai hal tersebut, mereka berkilah.
Enggak, enggak pernah kok kita pedagang asongan yang di kereta dikasih tau pengumuman kaya gitu langsung... ketemu langsung dengan petugasnya aja gak pernah...”, jelas Akbar yang sudah hampir 20 tahun berjualan di kereta.
Menjual dagangan kepada para penumpang kereta merupakan suatu usaha yang halal, walaupun penghasilan mereka tidak bisa ditentukan setiap harinya. Kadang untung, kadang rugi.

Nasib Kereta Ekonomi
Kereta Ekonomi jurusan Jakarta Kota - Bekasi sebentar lagi akan dihilangkan dan diganti dengan “Commuter Line”. Rencananya pihak PT KAI akan memindahkan kereta kelas ekonomi seluruhnya ke tujuan Bogor.
Peniadaaan ini juga akan berimbas hilangnya mata pencaharian para pedagang asongan dan pengemis. Mereka sangat bergantung sekali pada kereta kelas ekonomi karena mereka merasa lebih leluasa berjualan dengan tidak adanya penjagaan di dalam kereta kelas ekonomi. Sangat berbeda bila kita menumpang “Commuter Line”.
PT KAI sendiri mengatakan bahwa kereta lokal kelas ekonomi masih dipercayakan sebagai kereta yang sifatnya lebih umum dan terbuka. Bisa dilihat dari harga karcis yang terbilang sangat terjangkau pula, bila dibandingkan dengan “Commuter Line”, sehingga dari segi pengamanan di dalam gerbong kereta juga masih agak minim.
Namun tidak dipungkiri bahwa penumpang kereta kelas ekonomi, terutama jurusan Jakarta Kota – Bekasi masih sangat ramai peminatnya. Penuh sesak, itulah yang dirasakan pada saat berada di gerbong kereta jurusan ini. Terutama pada jam berangkat kerja dan pulang kantor.

Sudut Pandang Ekonomi
“Ekonomi di Indonesia dirasa sudah semakin membaik, namun bukan masalah kemiskinanlah yang sekarang dirasa sebagai penyebab utama, namun ketidakmerataan”, jelas Veny Anindya, SE, M.Ec, Dosen Ekonomi Universitas Bunda Mulia Jakarta.
Dilihat dari sudut pandang ekonomi dan juga menurut pendapat Veny, mengapa seseorang mencari nafkah dengan berjualan asongan, mengemis, atau yang lainnya dikarenakan ketidakmerataan penduduk yang ada, terutama di Pulau Jawa.
Sekitar kurang lebih setengah dari jumlah seluruh penduduk di Indonesia bertempat tinggal di Pulau Jawa, sehingga mengakibatkan sumber daya manusia yang ada tidak dapat ditampung oleh perusahaan-perusahaan yang ada.
Oleh sebab itu, banyak orang yang tidak memiliki pekerjaan tersebut akhirnya memutuskan untuk mencari nafkah dengan berjualan asongan, mengamen, atau mengemis diberbagai tempat seperti pinggir jalan, lampu merah, hingga di dalam kereta.
Mereka sebenarnya juga tak ingin melakukan hal tersebut, namun keadaanlah yang mengharuskan mereka melakukan ini. Mereka masih sangat bersyukur untuk bisa memenuhi nafkah sendiri maupun keluarga, serta anak-anak mereka yang juga sering ikut orang tuanya mencari nafkah dengan cara yang halal. Setidaknya mereka tidak melakukan tindakan kriminal untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.
Para pedagang asongan, pengemis, juga pengamen di dalam gerbong kereta sebenarnya bukanlah hal yang dirasa merugikan. Bahkan banyak yang menilai dengan adanya mereka di dalam kereta, para penumpang merasa nyaman karena mereka menjual barang-barang yang kebetulan mereka butuhkan pada saat di kereta.
Kalo dijam-jam senggang yaa gak nge-ganggu–lah, kan jalannya longgar, nah kalo lagi penuh dan jualan itu baru ganggu”, ungkap pengguna kereta, Toni, yang ingin melanjutkan perjalanan pulang menuju Bekasi dari stasiun Manggarai.
Mereka jugalah yang sebenarnya menjaga kebersihan gerbong kereta. Mereka memunguti sampah-sampah, seperti botol plastik, bungkus rokok, hingga kantong plastik untuk tambahan mereka. Mereka juga selalu memperingati para penumpang yang kedapatan lalai di dalam kereta agar tidak terjadi aksi-aksi kriminal di dalam kereta.
“Kita jualan juga sambil merhatiin penumpang, kalo misalkan dirasa ada yang lalai gitu, kadang kita ingetin mereka, biar gak kenapa-kenapa”, terang Akbar.
Tidak seharusnya mereka diusir begitu saja. Mereka juga tidak ingin seperti ini. Mereka semua menggantungkan hidupnya di dalam kereta. Kita harus melihat sisi positif dari mereka, setidaknya mereka tidak melakukan aksi-aksi kriminal hanya untuk memenuhi kebutuhan hidup mereka.
Bila seluruh stasiun dan kereta sudah di- sterill -kan oleh pedagang asongan dan pengemis, maka mereka akan kehilangan mata pencaharian mereka. Secara tidak langsung, hal ini dapat mengakibatkan jumlah pengangguran dan aksi-aksi penyimpangan sosial yang tidak diinginkan meningkat. Apalagi mereka kerap kali gagal mendapatkan pekerjaan yang layak guna memenuhi kebutuhan hidup mereka di Kota seperti Jakarta ini.
Alangkah baiknya, bila pihak PT KAI memberikan jalan keluar yang sifatnya menguntungkan bagi kedua pihak. Perundingan-perundingan langsung dari pihak terkait dengan para pedagang rasanya sangat diperlukan. Apalagi para pihak terkait tersebut belum pernah terlihat turun langsung melihat keadaan yang mereka alami.
Dengan memberikan ijin resmi dan seragam untuk berjualan bagi mereka yang ingin menjadi pedagang asongan rasanya sangat diimpi-impikan oleh mereka saat ini. Mereka juga tidak keberatan bila adanya penarikan iuran oleh pihak PT KAI bila ingin berjualan di kereta, asalkan mereka dapat mencari uang tanpa adanya kekhawatiran yang menghantui mereka selama ini.
Bila merasa keberatan dengan hal ini, ada baiknya PT KAI dapat memperkerjakan mereka dengan layak, sehingga mereka tidak kehilangan mata pencaharian mereka begitu saja demi memenuhi kebutuhan hidupnya.

RULES !!!

iBlogger.web.id Aksesoris Blog Moody Blogger by Moch. Iqbal Chahyadi